Di tengah tuntutan sosial yang semakin tinggi, banyak orang merasa harus selalu "siap hadir" dalam berbagai interaksi—baik itu pertemanan, pekerjaan, maupun keluarga. Tanpa disadari, hal ini bisa menguras energi sosial atau social energy yang kita miliki. Ketika batas ini tidak dikenali sejak awal, kita berisiko mengalami kelelahan emosional, kehilangan minat untuk bersosialisasi, bahkan merasa jenuh terhadap orang-orang di sekitar.
Sayangnya, tidak semua orang peka terhadap sinyal tubuh dan emosinya sendiri. Banyak yang baru menyadari bahwa mereka kelelahan setelah semuanya terasa terlalu berat. Oleh karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda dan cara mengenali batas energi sosial sebelum terlambat. Lantas, bagaimana cara mengenalinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
