Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi hobi (magnific.com/magnific)
  • Model Big Five Personality mencakup openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism.

  • Setiap dimensi kepribadian dikaitkan dengan pilihan hobi yang berbeda, mulai dari eksplorasi hingga aktivitas menenangkan.

  • Memahami sifat dan preferensi diri dapat membantu menentukan hobi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pribadi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memahami kecenderungan kepribadian melalui Big Five Personality dapat membantu seseorang mengenali preferensi dan kebutuhannya. Pengetahuan ini memberi ruang untuk memilih hobi yang sesuai, baik untuk mengeksplorasi hal baru, mencapai tujuan, berinteraksi, membantu orang lain, maupun menenangkan pikiran saat menghadapi tekanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kepribadian seseorang sejatinya diukur melalui kerangka model Big Five Personality atau Five Factor Model. Dalam Psychology Today, dijelaskan bahwa ada lima ciri dalam diri seseorang yang bisa mencerminkan bagaimana mereka berpikir, merasakan suatu hal, dan berperilaku.

Ciri tersebut adalah openness (keterbukaan), conscientiousness (kehati-hatian atau keteraturan), extraversion (ekstroversi), agreeableness (keramahan), neuroticism (stabilitas emosi). Psikolog Klinis Monica Vermani dalam Martha Stewart mengatakan bahwa kelima faktor tersebut merepresentasikan suatu kontinum di antara dua kutub yang ekstrem.

“Memahami diri sendiri, sifat-sifat, serta preferensi kita dapat mempermudah pengambilan keputusan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam ranah pendidikan, profesional, maupun pribadi,” ujar Monica Vermani kepada Martha Stewart.

Termasuk soal hobi, masing-masing dimensi dari Big Five Personality ini menggambarkan hobi yang beda-beda. Semakin dimengerti, justru bisa membantumu menentukan apa yang kamu inginkan dalam hidup ini. Yuk, cari tahu!

1. Openness: Hobi yang menantang

ilustrasi hiking (unsplash.com/Toomas Tartes)

Dilansir Martha Stewart, seorang lifestyle coach bernama Regina Bonds menjelaskan bahwa orang-orang dengan tingkat openness yang tinggi cenderung memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan suka kejutan.

“Mereka punya imaginasi yang kreatif, suka mencoba hal baru, suka tantangan, dan gak takut dengan risiko. Sementara, mereka yang tingkat openness-nya rendah akan kesulitan untuk mencoba hal baru dan lebih memilih cara yang tradisional atau cara yang mereka sudah tahu,” jelasnya.

Hobi-hobi yang bisa dilakukan adalah mengunjungi museum, mendaki, membaca novel, berpartisipasi dalam acara art and craft, jalan-jalan keliling kota atau luar negeri, mengikuti berbagai kelas. Mereka pasti akan memilih hobi-hobi yang eksploratif, cukup menantang, dan gak berpaku pada satu rutinitas saja.

2. Conscientiousness: Hobi dengan tujuan yang jelas

ilustrasi bermain catur (pexels.com/Vlada Karpovich)

Dimensi ini menggambarkan orang-orang yang highly sensitive dan selalu berpikir apakah sikap mereka memengaruhi pandangan orang lain. Tingkat conscientiousness yang rendah menandakan seseorang yang gak suka terkekang dengan aturan. Umumnya, mereka sering sekali menunda-nunda pekerjaan, tidak suka merencanakan sesuatu, dan kerap lupa di mana mereka meletakkan suatu barang.

“Mereka sangat memperhatikan detail-detail kecil, suka keteraturan, dan terpaku dalam suatu rutinitas. Mereka suka merencanakan sesuai dan membuat deadline,” kata Regina Bonds.

Hobi-hobi yang berhubungan dengan dimensi ini cenderung terukur, misalnya menulis, berkebun, bermain catur, bermain escape room, hingga menjadi relawan. Umumnya, orang-orang dengan kepribadian ini sangat suka hobi-hobi yang ada target atau tujuannya. Dengan begitu, mereka punya kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir dan memecahkan masalah sampai mencapai target tersebut.

3. Ekstraversi: Hobi yang menggunakan energi cukup banyak

ilustrasi konser (pexels.com/Thibault Trillet)

Umumnya, dimensi ini dikenal dengan ekstrover. Ada juga yang menyebutnya sebagai social butterfly. Orang dengan sifat ini suka dengan hobi-hobi yang penuh energi.

“Mereka cenderung outgoing. Berada di tengah keramaian justru membantunya untuk mengisi ulang energi,” kata Regina.

Orang-orang seperti ini sangat suka berinteraksi dan bertemu orang lain. Mereka termasuk orang yang gak kesulitan bergaul. Kebalikannya, orang dengan tingkat ekstraversi yang rendah (disebut introvert) cenderung butuh waktu sendiri dan gak suka keramaian.

Maka dari itu, hobi-hobi yang cocok untuk orang seperti ini pasti butuh energi yang cukup banyak. Contohnya; hobi mengikuti festival musik, bermain game dengan banyak orang, ikut kelas olahraga yang intensitasnya geraknya tinggi seperti Zumba, atau tergabung dalam band.

4. Agreeableness: Hobi yang bisa membantu orang lain

Ilustrasi relawan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Psikolog Klinis Monica Vermani menjelaskan orang dengan tingkat agreeableness yang tinggi dikenal ramah dan penuh empati. Biasanya, mereka mudah diajak bekerjasama dengan punya pandangan yang optimis terhadap suatu hal.

Monica Vermani juga menuturkan, “Orang yang tingkat agreeableness-nya rendah sering meletakkan kepentingan pribadi di atas orang lain. Mereka cenderung menjaga jarak, tidak ramah, dan kurang kooperatif.. Mereka bisa memanipulasi orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkan”.

Sebabnya, mereka dengan tingkat agreeableness yang tinggi terkenal dermawan. Mereka mengerjakan suatu hal yang tidak berpusat pada diri sendiri. Hobi-hobi yang berhubungan dengan hal ini seperti menjadi relawan, menulis, membangun atau mengikuti berbagai komunitas.

5. Neuroticism: Hobi yang menenangkan pikiran

Perempuan meditasi dengan tenang di dekat jendela, menikmati ketenangan tanpa perbandingan dari media sosial. (IDN Times)

Orang dengan kepribadian neurotik kerap merasa tertekan dan beranggapan bahwa dunia adalah tempat yang mengancam. Oleh karena itu, seseorang dengan tingkat neuroticism yang tinggi lebih mudah merasa cemas, stres, dan kewalahan menghadapi tekanan.

Sebabnya, mereka butuh hobi yang bisa menenangkan pikiran seperti meditasi, berkebun, belajar bahasa baru, memancing, atau bahkan berlari. Hobi-hobi semacam itu bisa membantu mereka untuk meregulasi emosi ketika berhadapan dengan suatu hal yang menantang.

Berbeda dengan mereka yang tingkat neuroticism-nya lebih kecil, umumnya lebih mampu mengelola stres dengan baik. Mereka juga punya emosi yang cukup stabil.

Menurut Regina Bonds, manusia itu sangat kompleks. Alangkah baiknya membiarkan seseorang untuk eksplor daripada hidup dalam sebuah box dan gak bisa ke mana-mana. Jadi gimana, sudah tahu kah apa hobi yang tepat buatmu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article