Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Jangan Merasa Sayang Menyantap Makanan yang Dibeli

5 Alasan Jangan Merasa Sayang Menyantap Makanan yang Dibeli
ilustrasi mencium aroma masakan (pexels.com/Antonius Ferret)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan pentingnya segera mengonsumsi makanan yang dibeli agar tidak terbuang sia-sia dan tetap mendapatkan kenikmatan sesuai tujuan awal pembelian.
  • Dijelaskan bahwa menunda makan bisa membuat makanan kedaluwarsa, kehilangan rasa, serta berisiko bagi kesehatan meski disimpan di kulkas atau dipanaskan ulang.
  • Penulis mengingatkan bahwa menikmati makanan tepat waktu dapat memberi kebahagiaan sederhana, mencegah kebiasaan menumpuk makanan, dan menjaga fokus hidup lebih positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu membeli makanan lalu berusaha memakannya sedikit demi sedikit? Bukan karena kekuatan makanmu cuma segitu atau porsinya terlalu besar. Namun, ada perasaan sayang untukmu segera menghabiskannya.

Makanan yang dibeli sampai disimpan berhari-hari meski jenisnya makanan basah. Makanan itu ditaruh di kulkas atau dipanaskan berkali-kali. Untuk makanan yang teksturnya lebih kering, lebih lama pula disimpan.

Seolah-olah dirimu sedang menyiapkan cadangan makanan buat masa paceklik. Sikap irit yang gak tepat begini mesti ditinggalkan. Santap saja makanan apa pun yang sudah dibeli. Jangan sampai makanan itu berakhir sia-sia. Lima poin di bawah ini akan mengubah pandanganmu atau orang lain agar jangan merasa sayang menyantap makanan yang dibeli.

1. Makanan dibeli memang untuk dimakan

ragam masakan
ilustrasi ragam masakan (pexels.com/kevin yung)

Ingat, kamu baru saja membeli makanan. Makanan dibuat untuk dimakan. Beda dengan benda-benda pajangan seperti lukisan. Juga bukan telur ayam yang dibuahi dan perlu ditetaskan selama beberapa waktu.

Makanan apa pun yang telah matang mesti segera disantap. Untuk apa kamu mengeluarkan uang yang tak sedikit buat membelinya, tapi sesampainya di rumah justru dianggurkan? Berapapun uang yang dibelanjakan, pastikan dirimu sungguh-sungguh menikmati hasilnya.

Uang yang cukup banyak digunakan untuk menebus makanan itu, tapi rasa nikmat pun tidak diperoleh seperti yang seharusnya. Bukan karena makanannya gak enak, melainkan karena rasa sayang berlebihan bila makanan habis lebih cepat.

2. Keburu kedaluwarsa atau gak enak lagi

roti bakar
ilustrasi roti bakar (pexels.com/syah indra)

Sekuat-kuatnya produk makanan, pasti tetap ada kedaluwarsa. Misalnya, kamu membeli cokelat saat liburan ke luar negeri. Saking jauhnya tempat membeli, rasanya sayang apabila dirimu cepat-cepat menghabiskannya. Cokelat disimpan begitu lama di kulkas.

Kamu lupa bahwa lemari es terbaik sekalipun tidak dapat memundurkan masa kedaluwarsa produk. Produsen tentu telah sangat memperhitungkan batas waktu yang aman untuk makanan dikonsumsi. Pasti dirimu nyesek sekali apabila makanan yang diirit-irit sedemikian rupa malah kedaluwarsa.

Untuk makanan lain pun sama. Contohnya, roti bakar. Besok pagi saja tekstur roti sudah beda. Roti yang tadinya lembut di tengah dan garing di luar menjadi terasa keras. Roti coba dihangatkan lagi, kadang malah mengubah rasanya.

3. Gak usah khawatir tak akan bisa beli lagi di lain waktu

masakan padang
ilustrasi masakan padang (pexels.com/Noval Gani)

Mungkin alasanmu menunda-nunda menghabiskan makanan yang dibeli karena harganya cukup mahal. Sementara itu, pendapatanmu pas-pasan. Ada sisi dalam diri yang gak yakin di lain hari kamu bakal bisa kembali membelinya.

Rasa ragu begini jangan terlalu dipikirkan. Berpikir simpel saja. Kalaupun kamu tidak tahu kapan kamu dapat kembali menikmati menu yang sama, minimal sekarang dirimu sudah puas menyantapnya. Daripada makanan dinikmati sedikit demi sedikit hingga rasa puas tak pernah diperoleh.

Pun kemungkinan pendapatanmu membaik di masa depan amat besar. Asalkan dirimu selalu berusaha, tak perlu takut gak bakal bisa lagi membeli makanan yang diinginkan. Malah bila soal makanan saja membebani pikiranmu hingga seperti ini, kamu menjadi tak fokus dalam bekerja, apalagi meningkatkan penghasilan.

4. Cara sederhana untuk bahagia dengan cepat

menu lengkap
ilustrasi menu lengkap (pexels.com/Edward Legowo)

Kebahagiaan memang tidak bisa dibuat sedangkal urusan makanan doang. Banyak sekali faktor yang memengaruhi kebahagiaanmu. Namun, menikmati makanan yang disukai atau sedang diinginkan dapat menjadi cara kilat untuk bahagia.

Meski rasa bahagia tidak sebesar seandainya kamu memperoleh hal-hal yang lebih hebat, tetap akan meringankan rasa stres. Melalui makanan itu, dirimu menjadi sadar bahwa duniamu tak seburuk bayangan. Masih ada seporsi makanan lezat di hadapanmu yang siap dihabiskan.

Dijamin setelahnya pikiranmu menjadi lebih ringan serta jernih. Mungkin kamu masih menghadapi beberapa masalah. Namun, rasa tertekan karenanya sudah cukup banyak berkurang. Perut kenyang dan lidah yang terpuaskan menjadi amunisi untuk menghadapi berbagai persoalan.

5. Terus menunda= menurunkan selera dan bikin kebiasaan menumpuk makanan

martabak
ilustrasi martabak (pexels.com/Qeis Ismail)

Ketertarikanmu untuk menikmati suatu makanan tidak akan bertahan selamanya. Kamu berlomba dengan waktu. Seandainya makanan belum telanjur dibeli, penundaan keinginanmu untuk memakannya bikin kamu lebih irit.

Misal, hari Senin dirimu ingin sekali membeli sekotak kue mahal. Kamu tak langsung menuruti keinginan itu serta memilih menunggu. Selasa, keinginanmu sudah berkurang cukup banyak. Rabu atau Kamis dirimu memutuskan gak jadi membelinya. Uang yang bakal dibeli pun aman.

Akan tetapi, jika makanan sudah telanjur ada di rumah, tak dapat diperlakukan dengan cara yang sama. Makin makanan diirit-irit, selera makan ikut turun. Akhirnya, makanan gak dihabiskan dan cuma dimasukkan ke kulkas. Lalu timbul keinginan akan makanan yang berbeda. Dirimu membelinya, kemudian hal yang sama berulang.

Jangankan makanan matang yang seharusnya segera dihabiskan. Bahan makanan di dapurmu pun punya batas daya tahan. Sayang, apabila makanan yang dibeli sampai gak enak lagi atau kandungan nutrisinya sudah berubah karena tidak lekas dikonsumsi. Bila makanan sampai basi atau kedaluwarsa, justru berbahaya buat kesehatan. Oleh sebab itu, jangan merasa sayang menyantap makanan yang dibeli, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us