Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kita Takut Ketinggalan Tren? Ini Kemungkinannya

Kenapa Kita Takut Ketinggalan Tren? Ini Kemungkinannya
ilustrasi belanja karena FOMO (pexels.com/Ron Lach)
  • FOMO atau takut ketinggalan tren muncul karena paparan media sosial, keinginan diterima kelompok, takut tidak update, rasa penasaran, serta kekhawatiran.

  • Algoritma dan konten viral yang berulang dapat membuat tren terasa diikuti semua orang.

  • FOMO dapat memicu keputusan impulsif, perbandingan diri, serta sulit membedakan keinginan pribadi dari pengaruh tren.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah merasa harus ikut tren terbaru karena semua orang membicarakannya? Mulai dari lagu, fesyen, makanan, istilah, challenge, sampai tempat nongkrong, tren bisa muncul dan berubah dengan cepat. Saat tidak ikut, kita bisa merasa tertinggal atau takut dianggap tidak update.

Jadi, kenapa kita takut ketinggalan tren? Perasaan ini dikenal sebagai FOMO (Fear of Missing Out) dan bisa muncul karena pengaruh media sosial, lingkungan, hingga keinginan untuk tetap merasa terhubung dengan orang lain. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

  1. Kenapa kita takut ketinggalan tren?

    Kenapa kita takut ketinggalan tren
    ilustrasi FOMO (unsplash.com/Nathana Rebouças)

    FOMO adalah rasa takut ketinggalan pengalaman, informasi, atau hal yang sedang dinikmati orang lain. Perasaan ini bisa muncul karena kita terus melihat tren di media sosial, ingin merasa diterima dalam kelompok, atau sekadar penasaran dengan sesuatu yang sedang ramai. Berikut beberapa alasan kita bisa takut ketinggalan tren.

  2. 1. Media sosial membuat kita terus melihat apa yang sedang populer

    FYP dan algoritma media sosial membuat tren yang sama bisa muncul berulang kali di beranda. Semakin sering melihatnya, kita jadi makin familier dengan tren tersebut dan merasa seolah-olah semua orang sedang mengikutinya.

    Hal ini menjadi salah satu penyebab FOMO yang cukup umum, terutama ketika media sosial terus menampilkan konten yang sedang viral. Akhirnya, kita ikut tertarik mencoba karena merasa tidak ingin menjadi satu-satunya orang yang tertinggal.

  3. 2. Kita ingin merasa menjadi bagian dari kelompok

    Mengikuti tren bisa menjadi cara untuk merasa lebih dekat dengan teman atau komunitas. Misalnya, menggunakan sound yang sama, mengikuti challenge, atau menonton film yang sedang viral agar punya bahan obrolan bersama.

    Keinginan untuk merasa diterima membuat kita terkadang terdorong mengikuti apa yang dilakukan orang-orang di sekitar. Selama dilakukan karena memang tertarik, mengikuti tren sebenarnya bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk terhubung dengan orang lain.

  4. 3. Takut dianggap tidak update

    Tren sering kali menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama ketika sesuatu sedang ramai dibicarakan di media sosial. Saat tidak mengetahui tren tertentu, kita bisa merasa tertinggal dari lingkungan sekitar.

    Perasaan tersebut akhirnya membuat kita ingin segera mencari tahu atau ikut mencoba agar tetap nyambung dengan obrolan. Apalagi jika tren tersebut terus muncul di media sosial dan dibicarakan oleh banyak orang.

  5. 4. Tren membuat kita penasaran

    Sesuatu yang ramai dibicarakan secara otomatis bisa memancing rasa ingin tahu. Melihat banyak orang mencoba hal yang sama dapat membuat kita berpikir, "Kenapa semua orang suka ini?" lalu muncul keinginan untuk ikut mencobanya.

    Rasa penasaran ini tidak selalu buruk. FOMO media sosial juga bisa menjadi pintu untuk menemukan makanan, film, aktivitas, atau minat baru yang ternyata memang sesuai dengan kesukaan kita.

  6. 5. Takut melewatkan pengalaman yang hanya terjadi sekali

    Beberapa tren memang hanya berlangsung dalam waktu singkat, seperti makanan viral, konser, event, challenge, atau fenomena internet. Mengingat sifatnya sementara, muncul rasa takut kalau kita tidak ikut sekarang, kesempatan tersebut mungkin tidak akan datang lagi.

    Dorongan untuk ikut sebelum tren berakhir bisa membuat kita mengambil keputusan dengan cepat. Namun, tidak semua tren harus diikuti, sehingga penting untuk mempertimbangkan apakah kita memang tertarik atau hanya takut ketinggalan. Salah satu cara mengatasi FOMO adalah memberi diri sendiri waktu sebelum memutuskan untuk ikut tren.

  7. Dampak FOMO yang jarang disadari

    Dampak FOMO yang jarang disadari
    ilustrasi fomo (unsplash.com/Lobar Qudratovna)

    Dampak FOMO bisa muncul tanpa kita sadari, terutama ketika terlalu sering merasa harus mengikuti apa yang sedang ramai. Rasa takut ketinggalan ini bisa memengaruhi cara kita mengambil keputusan sampai membuat kita lebih sering membandingkan diri dengan orang lain. Beberapa dampaknya antara lain:

    • Impulsif membeli atau mencoba sesuatu
    • Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain
    • Sulit membedakan keinginan sendiri dengan pengaruh tren
    • Merasa harus selalu mengikuti perkembangan terbaru
    • Tekankan bahwa mengikuti tren sebenarnya tidak selalu buruk selama dilakukan secara sadar.

  8. Tidak harus ikut semua tren, kamu bisa menciptakannya sendiri lewat IDN Times Xplore 2026

    Nah, sebetulnya kamu tidak harus mengikuti semua tren untuk menjadi bagian dari sesuatu. Kamu juga bisa menciptakan cerita, perspektif, dan pesan sendiri. Lewat IDN Times Xplore 2026, anak muda punya ruang untuk menuangkan idenya melalui mading digital dan video Reels dengan tema “Redefining Teenage Power”.

    Jadi, daripada cuma mengikuti tren, kenapa tidak membuat karya yang bisa menginspirasi orang lain? Cek ketentuan lengkap dan ikuti mading IDN Times Xplore 2026 di mading IDN Times Xplore 2026!


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More