Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Novel Petualangan Klasik yang Wajib Dibaca di 2026, Seru!
ilustrasi baca buku (pexels.com/VincenzoMalagoli)

Novel petualangan klasik selalu memiliki daya tarik tersendiri karena mampu membawa pembaca menjelajahi dunia penuh tantangan dan kejutan. Meski sebagian besar ditulis lebih dari satu abad lalu, kisah-kisah ini tetap terasa hidup berkat karakter kuat dan latar memikat. Tak heran jika banyak di antaranya masih menjadi inspirasi bagi film, serial, hingga novel modern.

Jika ingin memperkaya daftar bacaan pada 2026, tidak ada salahnya melirik kembali karya-karya klasik yang telah teruji oleh waktu. Selain menawarkan cerita seru, novel-novel ini juga memberikan gambaran tentang sejarah, budaya, dan cara pandang masyarakat pada zamannya. Berikut lima novel petualangan klasik yang layak masuk daftar bacaanmu tahun ini.

1. King Solomon's Mines – H. Rider Haggard

King Solomon's Mines (penguinrandomhouse.com)

King Solomon's Mines karya H. Rider Haggard dianggap sebagai salah satu pelopor novel petualangan berlatar Afrika. Kisahnya mengikuti ekspedisi berbahaya untuk mencari tambang legendaris Raja Salomo yang konon menyimpan kekayaan luar biasa. Dalam perjalanan tersebut, para tokohnya harus menghadapi alam liar, suku-suku asing, hingga berbagai ancaman yang menguji keberanian.

Meski diterbitkan pada abad ke-19, alur cerita novel ini masih terasa cepat dan penuh aksi. Banyak kritikus juga menyebut buku ini sebagai cikal bakal subgenre lost world, yang kemudian menginspirasi karya-karya terkenal seperti The Lost World. Memang, novel ini masih dipengaruhi sudut pandang kolonial khas era Victoria, tetapi King Solomon's Mines tetap menjadi petualangan klasik yang menghibur.

2. Around the World in Eighty Days – Jules Verne

Around the World in Eighty Days (panmacmillan.com)

Jules Verne dikenal sebagai salah satu penulis paling berpengaruh dalam dunia sastra petualangan. Lewat Around the World in Eighty Days, ia mengajak pembaca mengikuti perjalanan Phileas Fogg yang bertaruh bahwa dirinya mampu mengelilingi dunia hanya dalam waktu 80 hari.

Tantangan tersebut berubah menjadi petualangan yang dipenuhi berbagai rintangan, mulai dari keterlambatan transportasi hingga kesalahpahaman yang tak terduga. Novel ini pertama kali diterbitkan secara berseri dan langsung memikat perhatian pembaca pada masanya. Bahkan, kisah tersebut menginspirasi sejumlah orang untuk mencoba mengelilingi dunia dalam waktu sesingkat mungkin di dunia nyata.

3. The Four Feathers – A. E. W. Mason

The Four Feathers (simonandschuster.com)

Berbeda dari kebanyakan novel petualangan yang hanya menonjolkan aksi, The Four Feathers menghadirkan cerita lebih emosional. Novel ini mengikuti perjalanan seorang perwira Inggris yang dianggap pengecut setelah mengundurkan diri dari dinas militer. Demi membuktikan keberaniannya, ia menjalani perjalanan berbahaya yang mengubah cara pandangnya terhadap kehormatan dan pengorbanan.

Selain menghadirkan petualangan menegangkan, buku ini juga membahas dampak psikologis perang dan mempertanyakan nilai-nilai imperialisme Inggris pada masa itu. Perpaduan antara aksi, drama, dan perkembangan karakter membuat The Four Feathers terasa jauh lebih modern dibanding banyak novel petualangan lain dari zamannya.

4. Robinson Crusoe – Daniel Defoe

Robinson Crusoe (harpercollins.com)

Robinson Crusoe sering disebut sebagai salah satu novel petualangan paling berpengaruh sepanjang sejarah. Ceritanya berpusat pada seorang pelaut yang terdampar di pulau terpencil dan harus bertahan hidup seorang diri selama bertahun-tahun. Dengan keterampilan, kecerdikan, dan tekad yang kuat, Crusoe perlahan membangun kehidupan baru di tengah keterbatasan.

Meski usianya sudah lebih dari tiga abad, kisah bertahan hidup dalam novel ini masih terasa relevan. Banyak cerita survival modern yang mengambil inspirasi dari perjalanan Robinson Crusoe. Walaupun terdapat sudut pandang kolonial yang mencerminkan zamannya, novel ini tetap memikat karena berhasil menggambarkan perjuangan manusia menghadapi alam.

5. Master and Commander – Patrick O'Brian

Master and Commander (goodreads.com)

Bagi pencinta petualangan laut, Master and Commander merupakan bacaan yang sulit dilewatkan. Novel ini mengikuti Kapten Jack Aubrey dan sahabatnya, dokter sekaligus mata-mata Stephen Maturin, dalam menjalankan misi Angkatan Laut Inggris pada masa Perang Napoleon. Pertempuran di lautan, strategi perang, dan dinamika kehidupan di atas kapal menjadi daya tarik utama cerita ini.

Patrick O'Brian menulis dengan sangat detail sehingga pembaca benar-benar merasa berada di tengah samudra bersama para tokohnya. Istilah pelayaran yang digunakan memang cukup banyak, tetapi justru menambah kesan autentik pada kisahnya. Dengan karakter kuat dan adegan pertempuran laut yang menegangkan, Master and Commander menjadi salah satu novel petualangan yang masih layak dinikmati.

Novel-novel petualangan klasik di atas membuktikan bahwa cerita yang hebat tidak pernah kehilangan pesonanya. Dari kelima novel tersebut, mana yang paling ingin kamu baca lebih dulu pada 2026?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article