Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Rekomendasi Buku tentang Lingkungan untuk Merayakan Hari Bumi

7 Rekomendasi Buku tentang Lingkungan untuk Merayakan Hari Bumi
Rekomendasi buku tentang lingkungan di Hari Bumi (gramedia.com) | (goodreads.com)
Intinya Sih
  • Artikel ini menghadirkan tujuh rekomendasi buku bertema lingkungan untuk memperingati Hari Bumi, yang mengajak pembaca meningkatkan kesadaran dan aksi nyata menjaga kelestarian planet.
  • Setiap buku menyoroti isu berbeda, mulai dari dampak pestisida, perubahan iklim, pertanian alami, hingga peran perempuan dan pengetahuan adat dalam solusi krisis ekologis global.
  • Melalui bacaan ini, pembaca diajak memahami hubungan manusia dengan alam serta menemukan inspirasi untuk berkontribusi pada gerakan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hari Bumi (Earth Day) adalah peringatan internasional tahunan yang jatuh pada 22 April untuk meningkatkan kesadaran, apresiasi, dan aksi nyata dalam perlindungan lingkungan hidup. Peringatan ini dirayakan di seluruh dunia untuk melawan krisis iklim, mengurangi polusi, dan menjaga kelestarian planet.

Nah, buat yang ingin berkontribusi, kamu bisa loh menambah wawasan di hari tersebut dengan membaca buku tentang isu bumi dan lingkungan. So, buat para bookworm, ini dia rekomendasi buku tentang lingkungan untuk merayakan Hari Bumi!

1. Silent Spring - Rachel Carson

Rachel Spring - Rachel Carson
Rachel Spring - Rachel Carson (rachelcarson.org)

Rekomendasi buku tentang lingkungan untuk merayakan Hari Bumi pertama adalah Silent Spring yang ditulis oleh Rachel Carson tahun 1962. Buku klasik ini dianggap sebagai salah satu buku nonfiksi paling berpengaruh di abad ke-20 karena berhasil mengubah cara pandang manusia terhadap lingkungan.

Adapun Silent Spring merupakan buku investigasi nonfiksi yang mengungkap dampak merusak penggunaan pestisida sintetis, khususnya DDT, terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Buku ini memicu gerakan lingkungan dengan menjelaskan bagaimana bahan kimia meracuni ekosistem, membunuh satwa liar, dan masuk ke rantai makanan manusia.

Silent Spring berhasil memicu kesadaran publik yang besar, menghasilkan perubahan kebijakan, termasuk pelarangan penggunaan DDT di Amerika Serikat pada 1972 dan melahirkan gerakan pelestarian lingkungan.

2. Bumi yang Tak Dapat Dihuni - David Wallace-Wells

Bumi yang Tak Dapat Dihuni - David Wallace-Wells
Bumi yang Tak Dapat Dihuni - David Wallace-Wells (gramedia.com)

Kamu juga bisa membaca buku yang bertajuk Bumi yang Tak Dapat Dihuni (2019) karya David Wallace-Wells di perayaan Hari Bumi. Ini adalah karya nonfiksi yang membahas ancaman perubahan iklim yang terjadi dengan sangat cepat.

Buku ini memaparkan bagaimana pemanasan global akan mengubah segala aspek kehidupan manusia, memicu bencana alam, dan menciptakan kekacauan ekologis yang membuat bumi sulit ditinggali di masa depan. Sekaligus, memberikan peringatan keras bahwa manusia harus beradaptasi dan bertahan hidup di tengah ancaman ekologis yang sangat besar.

3. Who Really Feeds the World? - Vandana Shiva

Who Really Feeds the World? - Vandana Shiva
Who Really Feeds the World? - Vandana Shiva (goodreads.com)

Rekomendasi buku tentang lingkungan untuk merayakan Hari Bumi berikutnya berjudul Who Really Feeds the World? (2016) yang ditulis oleh Vandana Shiva, seorang cendekiawan, fisikawan, aktivis lingkungan, dan ekofeminis.

Buku ini membahas kegagalan sistem pertanian industri global dan mengadvokasi agroekologi sebagai solusi krisis pangan. Shiva berargumen, bahwa petani kecil, bukan korporasi besar, adalah penyedia pangan utama dunia yang sesungguhnya

Shiva menekankan bila petani kecil dengan lahan terbatas sebenarnya memproduksi 70 persen makanan dunia. Buku ini mempromosikan agroekologi (pertanian berbasis ekosistem) dan kedaulatan benih sebagai alternatif berkelanjutan dibandingkan penggunaan bahan kimia dan monokultur.

4. Under a White Sky - Elizabeth Kolbert

Under a White Sky - Elizabeth Kolbert
Under a White Sky - Elizabeth Kolbert (goodreads.com)

Under a White Sky (2021) adalah buku dari penulis Elizabeth Kolbert, pemenang Pulitzer Prize. Ia kembali membahas dampak transformatif umat manusia terhadap lingkungan, setelah bukunya The Sixth Extinction (2016).

Di dalam bukunya ini, Kolbert seraya bertanya: Setelah melakukan begitu banyak kerusakan, dapatkah kita mengubah alam, kali ini untuk menyelamatkannya? Kolbert meneliti bagaimana manusia, setelah merusak lingkungan, mencoba "memperbaiki" alam dengan kontrol yang lebih besar, yang sering disebut sebagai "mengontrol kontrol".

Under a White Sky memaparkan berbagai studi kasus, di antaranya:

  • Pengembangan "karang super" untuk bertahan di laut yang lebih panas.
  • Teknologi mengubah emisi karbon menjadi batu di Islandia.
  • Rencana menembakkan partikel ke stratosfer untuk memantulkan cahaya matahari (geoengineering).
  • Upaya penyelamatan ikan langka di Gurun Mojave.

5. Revolusi Sebatang Jerami - Masanobu Fukuoka

Revolusi Sebatang Jerami - Masanobu Fukuoka
Revolusi Sebatang Jerami - Masanobu Fukuoka (gramedia.com)

Di Hari Bumi, kamu juga bisa baca buku tentang lingkungan bertajuk Revolusi Sebatang Jerami (The One-Straw Revolution) karya Masanobu Fukuoka (1991). Ini adalah buku tentang pertanian alami (natural farming) yang filosofis dan praktis, serta menolak metode pertanian modern yang merusak.

Fukuoka mengajarkan bertani tanpa membajak, tanpa pupuk kimia, tanpa pestisida, dan tanpa penyiangan, berfokus pada harmoni dengan alam. Buku ini ditulis karena Fukoka merasa prihatin terhadap kerusakan lingkungan akibat pertanian intensif, contohnya di Jepang, yang meniru model industri. Ia mengajak untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi dan kembali ke kearifan lokal.

6. All We Can Save - Katharine Wilkinson

All We Can Save - Katharine Wilkinson
All We Can Save - Katharine Wilkinson (goodreads.com)

Rekomendasi buku tentang lingkungan untuk merayakan Hari Bumi berikutnya adalah All We Can Save: Truth, Courage, and Solutions for the Climate Crisis (2020). Ini merupakan buku antologi esai dan puisi yang menyoroti peran penting perempuan dalam memimpin gerakan iklim.

Disunting oleh Ayana Elizabeth Johnson dan Katharine K. Wilkinson, buku ini menyajikan solusi kolaboratif, penuh empati, dan beragam dari para ilmuwan, aktivis, serta perintis perempuan. Buku ini berisi 41 esai dan 17 puisi yang membahas krisis iklim dengan jujur tanpa bersikap pesimis (doom and gloom), melainkan fokus pada keberanian dan solusi.

Berbeda dengan narasi krisis iklim konvensional, buku ini menawarkan pendekatan feminis yang lebih kolaboratif, peduli, dan berpusat pada kesehatan mental serta emosi dalam menghadapi bumi yang semakin panas.

7. Fresh Banana Leaves -Jessica Hernandez

Fresh Banana Leaves -Jessica Hernandez
Fresh Banana Leaves -Jessica Hernandez (goodreads.com)

Kamu juga bisa baca buku Fresh Banana Leaves: Healing Indigenous Landscapes through Indigenous Science (2022), yang ditulis oleh Dr. Jessica Hernandez. Ini adalah buku yang membahas peran penting pengetahuan adat (Indigenous Science) dalam konservasi lingkungan.

Buku ini mengkritik konservasi Barat dan menawarkan model ekologi adat yang berkelanjutan untuk melawan krisis iklim. Buku ini mengangkat narasi adat yang sering diabaikan dan menawarkan solusi berbasis komunitas untuk menyembuhkan lanskap rusak.

Buku ini menggabungkan studi kasus, sejarah keluarga, dan pengalaman pribadi Hernandez sebagai ilmuwan lingkungan adat. Dr. Jessica Hernandez berargumen bahwa pendekatan holistik masyarakat adat adalah kunci untuk masa depan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Itulah rekomendasi buku tentang lingkungan untuk merayakan Hari Bumi. Daftar buku di atas dapat menginspirasi dalam menjaga lingkungan dan kembali pada cara alami untuk melestarikannya. So, apakah ada buku yang tertarik kamu baca di Hari Bumi nanti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us