6 Tips biar Gak Kalap Beli Takjil, Icip Tanpa Bikin Dompet Tipis

- Artikel membahas kebiasaan boros membeli takjil selama Ramadan dan mengingatkan pentingnya mengendalikan diri agar pengeluaran tidak membengkak.
- Dijelaskan enam tips praktis, seperti membatasi jumlah pedagang, menghitung kebutuhan keluarga, serta memanfaatkan bahan makanan yang sudah ada di rumah.
- Pesan utamanya menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih pengendalian diri agar momen berbuka tetap sederhana dan bermakna.
Setelah beberapa hari puasa Ramadan, berapa uang yang dihabiskan olehmu untuk membeli takjil? Kalau dirimu bahkan gak ingat saking banyaknya pengeluaran untuk jajan menjelang berbuka, hati-hati. Sampai hari terakhir Ramadan nanti, jangan-jangan bukan cuma gaji yang habis tak bersisa.
Saldo tabungan pun sampai menyusut karena ikut digunakan untuk membeli takjil setiap hari. Mumpung masih awal Ramadan, kamu harus segera mengerem keinginan beli makanan dan minuman yang berlebihan. Bukan artinya dirimu gak boleh jajan.
Cuma keinginan belanja takjil perlu dikendalikan. Banyak uangmu bisa terselamatkan. Apalagi kalap memborong takjil sering kali cuma karena lapar mata. Kamu bukan benar-benar lapar, apalagi siap menghabiskannya. Pakai tips biar gak kalap beli takjil berikut ini agar kamu masih bisa menikmati tanpa penyesalan kemudian.
1. Tetapkan batasan 1 hari 1 pedagang takjil saja

Tentu setiap pedagang menjual makanan dan minuman yang sebagian besar berbeda-beda. Kamu jadi ingin mampir ke setiap lapak supaya jajanan berbuka lengkap. Namun, akibatnya, belanjamu terlalu banyak.
Bukan hanya uang yang cepat habis. Takjil sebanyak itu akhirnya juga tak termakan. Toh, Ramadan masih panjang. Ada hari esok untukmu mencoba takjil di pedagang lainnya. Pembatasan 1 hari 1 pedagang yang dilarisi juga mencegahmu berlama-lama mengantre dan terjebak kemacetan.
Segera setelah bertransaksi di satu lapak, dirimu dapat langsung pulang. Sampai di rumah, kamu masih sempat mandi, mengaji, dan melakukan hal-hal lain sebelum berbuka. Waktumu tidak habis cuma buat mengurus menu berbuka.
2. Hitung jumlah keluarga

Terlalu banyak takjil yang dibeli sudah menjadi masalah umum selama bulan puasa. Padahal begitu berbuka, perut mudah sekali terasa kenyang. Kadang baru minum teh hangat dan sepotong kue atau gorengan saja, lapar sudah hilang sepenuhnya.
Oleh sebab itu, kamu jangan membeli takjil tanpa terlebih dahulu menghitung jumlah orang di rumah. Termasuk makanan atau minuman yang disukai mereka. Jangan sampai keluargamu cuma empat orang; tapi dirimu membeli pisang goreng 10, tahu isi 10, bakwan 10, tape goreng juga 10.
Padahal, tiap orang barangkali cuma sanggup makan 1 gorengan manis ketika berbuka, 2 gorengan asin untuk lauk, dan 1 gorengan manis lagi setelah Tarawih. Sahur sudah beda lauk. Sayang apabila makanan atau minuman menjadi mubazir.
3. Lihat makanan atau bahan yang ada di rumah

Misalnya, kemarin kamu bikin es buah saja belum habis dan masih ada di kulkas. Masa sekarang dirimu akan membeli es buah atau es cendol? Sisa es buah di kulkas dapat dipastikan tak akan tersentuh lagi dan berakhir dengan dibuang.
Sama-sama beli takjil, mending pilih selain minuman. Seperti kue buat teman menikmati sisa es buah di kulkas. Begitu pula apabila di rumah ada pisang yang siap diolah.
Kamu gak perlu membeli olahan pisang dalam perjalanan pulang dari kantor. Seperti pisang goreng atau kolak pisang. Keduanya dapat dibikin sendiri di rumah. Belilah takjil yang belum ada, misalnya es kelapa muda yang menyegarkan.
4. Beli takjil cuma di hari tertentu

Ada tujuh hari dalam seminggu. Waktu yang sangat banyak untukmu mencoba takjil ini itu. Akan tetapi, kalau kamu gak mau boros sekali, batasi hari jajan di luar. Misalnya, beli takjil hanya dari Senin sampai Jumat.
Sebab di hari-hari itu dirimu pulang kerja sudah capek. Kamu tak sanggup lagi untuk bikin takjil sendiri. Sementara Sabtu dan Minggu libur. Dirimu hendak bikin takjil yang prosesnya lama pun dapat dicicil sejak siang.
Dapat pula di balik agar lebih banyak uang bisa dihemat. Senin hingga Jumat, dirimu berbuka dengan kudapan seadanya di rumah. Seperti stok biskuit yang biasa ada plus teh hangat. Sabtu dan Minggu baru kamu jalan-jalan sekalian jajan.
5. Cuma membeli takjil yang sulit dibikin sendiri

Contoh takjil yang tidak mendesak untuk dibeli adalah es teh, es buah jika di rumah ada sirup dan buah segar, serta kolak. Ketiganya masih relatif mudah dibuat sendiri. Bahkan es buah serta es teh gak perlu proses memasak
Kolak juga tinggal bahan seadanya dipotong-potong dan direbus bersama air gula. Terserah mau pakai santan atau tidak. Isiannya pun gak harus lengkap. Bisa pilih salah satu sesuai bahan yang ada di rumah.
Kolak pisang, kolak labu, kolak ubi jalar, dan sebagainya. Menu yang pembuatannya lebih ribet, seperti risoles dan arem-arem, baru dibeli. Dengan begini, uang yang dibelanjakan tepat sasaran.
6. Ingat, puasa adalah tentang pengendalian diri

Hal terpenting agar momen berbuka tidak menjadi ajang pemborosan adalah dengan meningkatkan pemahaman seputar ibadah puasa. Meski ada waktu berbuka dan sahur, tak berarti makan dan minummu boleh berlebihan.
Apalagi takjil yang dibeli akhirnya cuma teronggok di meja makan atau dijejalkan ke kulkas. Sampai Lebaran nanti, kue takjil sudah sekeras batu. Beli dan nikmati takjil sebatas yang kamu mampu.
Kira-kira dirimu gampang kenyang saat berbuka puasa, beli takjilnya sedikit saja. Jangan biarkan kendali dirimu lepas bahkan sebelum azan Magrib dengan membeli takjil berlebihan. Toh, seandainya nanti malam kamu lapar lagi, pasti masih ada sesuatu yang dapat dimakan. Bisa juga dirimu keluar sebentar atau pesan via aplikasi.
Takjil memang menggoda tidak hanya dari penampilan, melainkan juga dari rasanya. Hanya saja, kenikmatan menyantapnya akan rusak kalau jumlahnya berlebihan. Kamu kekenyangan sampai melihat sisa takjil pun malas. Tips biar gak kalap beli takjil bisa kamu mulai dengan membeli porsi kecil atau sesekali saja.



![[QUIZ] Dari Karakter Upin dan Ipin Pilihan Kamu, Kami Tahu Kamu Tipe Introvert atau Extrovert](https://image.idntimes.com/post/20260108/upload_7b311a8017b0625e8ad11b976ceff07a_c2dff7b1-625c-41f7-a6b7-48a070c578c5.png)














