Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Terhindar dari Tipe Suami Patriarki, Waspada Lebih Dini
ilustrasi pasangan (pexels.com/CAMERA TREASURE)
  • Budaya patriarki masih kuat dan dapat memengaruhi relasi rumah tangga; perempuan dianjurkan selektif sejak pacaran agar mengenali calon pasangan lebih mendalam.
  • Pendidikan tinggi serta kemandirian finansial disebut memperkuat posisi tawar perempuan, sementara tanda patriarki dapat terlihat dari tuntutan dilayani dalam urusan domestik.
  • Diskusi terbuka tentang kesetaraan, pengamatan pola asuh calon pasangan, dan sikap tegas terhadap perilaku patriarki setelah menikah ditekankan untuk menjaga hubungan setara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Zaman memang sudah maju. Akan tetapi, budaya patriarki masih kuat di masyarakat Indonesia. Antara saudara yang beda jenis kelamin saja, perlakuannya sering kali tidak sama. Anak perempuan sejak kecil seakan-akan dididik untuk melayani dan mengalah pada saudara laki-laki.

Bagi perempuan, besar di keluarga patriarki sudah bikin agak trauma. Apalagi kalau kamu sebagai perempuan menikah dengan pria yang menganut budaya patriarki. Bisa-bisa kehidupanmu pascamenikah jauh dari kebahagiaan.

Kemungkinan bersuami patriarki masih bisa dicegah dengan sikap selektif sejak masa pacaran. Pahami sejak awal tanda-tandanya dan jangan beli kucing dalam karung. Mending nikahnya nanti-nanti daripada terjebak dalam pernikahan dengan suami patriarki. Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, cara terhindar dari tipe suami patriarki berikut ini bisa diperhatikan.

1. Menolak dijodohkan dengan orang yang tidak dikenal baik olehmu

ilustrasi pasangan (pexels.com/Arbiansyah Sulud)

Perjodohan bukannya pasti negatif. Ada juga pasangan suami istri hasil perjodohan yang hidup bahagia sampai maut memisahkan. Namun, kelemahan perjodohan dengan orang yang tidak dikenal olehmu dengan baik sangat jelas.

Yaitu, kalian tak saling mengenal sampai ke sisi yang lebih dalam. Kalian bukan tetangga dekat atau teman sekian tahun. Mungkin sebelum perjodohan ini kalian bahkan belum pernah bertemu. Kalau begini, kamu gak tahu apa-apa soal dia penganut budaya patriarki atau bukan.

2. Mempertinggi posisimu dengan pendidikan dan kemandirian finansial

ilustrasi pasangan (pexels.com/Deshan Weerasinghe)

Pria patriarki gak tahan dengan perempuan yang pendidikannya tinggi serta independen secara finansial. Mereka cenderung mencari pasangan yang tingkat pendidikan dan ekonominya di bawahnya. Tujuannya supaya dia lebih mudah menguasai dan mengendalikan istrinya selepas pernikahan.

Maka dari itu, meningkatkan kualitas diri dan kehidupan perempuan bagus sekali buat menghindarinya dari nasib apes punya suami patriarki. Posisi tawarmu di depan pria menjadi setara. Bukan sembarang pria yang tahu-tahu berusaha mendominasi dirimu.

3. Cermati tanda-tanda patriarki sejak berpacaran

ilustrasi pasangan (pexels.com/Mike Jones)

Saat hubungan masih seumur jagung sekalipun, tanda-tanda patriarki bisa sudah terlihat. Misalnya, ketika dia lagi sering-seringnya menggoda kamu. Dia bilang suka membayangkan kalian menikah. Ia pasti senang sekali setiap hari merasakan masakan dan kopi buatanmu.

Jelas bahwa dia akan menjadi tipe suami yang minta dilayani penuh soal perut. Atau, pakaian-pakaian kuliah atau kerjanya sekarang selalu dibawa ke laundry. Lalu ia berkata ingin segera menikah denganmu supaya tak perlu lagi tiap minggu ke laundry. Kamu bakal dijadikan tukang cuci tanpa gaji.

4. Tegaskan keenggananmu punya suami patriarki berikut alasan dan keinginanmu

ilustrasi pasangan (pexels.com/Chris S)

Masa pacaran bukan sekadar makan dan jalan bareng. Ini masa yang sangat penting buat menyeleksi calon pasanganmu sehidup semati. Obrolan yang berkualitas perlu ditingkatkan. Biar kalian sama-sama tahu titik kecocokan atau perbedaannya. Termasuk terkait keenggananmu bersuamikan pria patriarki. Katakan saja alasan-alasanmu dengan jujur. Budaya patriarki sangat merugikan perempuan dan menjadi contoh buruk buat anak-anak.

Dirimu menginginkan pernikahan yang menjunjung tinggi kesetaraan antara istri dan suami. Beri contoh perilakunya. Misalnya, pekerjaan rumah tangga menjadi tanggung jawab bersama. Istri dan suami juga berdiskusi. Bukan istri selalu harus menuruti suami.

5. Lihat caranya dibesarkan dan harapan orangtuanya ke calon menantu

ilustrasi pasangan (pexels.com/arvi refo)

Orangtua patriarki tidak selalu menghasilkan anak yang juga menganut budaya yang sama. Namun, kalau kebetulan anak laki-laki dibesarkan oleh orangtua yang patriarki, kemungkinan ia menjadi suami patriarki meningkat. Beda jika anak berjenis kelamin perempuan.

Sebab dalam budaya patriarki, pria lebih diuntungkan. Ia memiliki kekuasaan lebih besar di rumah dan lebih dihormati. Sementara perempuan yang muak menjadi korban didikan patriarki bakal cenderung melawan di masa dewasanya.

Contoh perlakuan orangtua pacar yang harus diwaspadai karena membentuk sikap patriarki pada anaknya ialah melarangnya melakukan pekerjaan rumah tangga. Semua dilakukan oleh ibunya, padahal dia sudah besar. Orangtuanya juga menginginkan menantu yang siap melayani suami sepenuhnya biar betah di rumah.

6. Bersikap tegas ketika suami bersikap patriarki setelah menikah

ilustrasi pasangan (pexels.com/Gaurav Vishwakarma)

Masalahnya, sikap patriarki juga bisa baru muncul setelah pernikahan. Mungkin aslinya dia dari dulu memang menganut budaya patriarki. Hanya saja, demi mendapatkan cintamu, ia berpura-pura menjadi sosok yang moderat.

Dia menahan betul ucapan dan perbuatan yang mengarah pada ciri pria patriarki. Selepas kalian menikah, baru sedikit demi sedikit sikap patriarkinya muncul. Kamu harus dengan tegas menolak keinginannya agar sikap patriarki tersebut tidak bertambah subur dalam rumah tangga kalian.

Sikap konsistenmu dalam menolak budaya patriarki dapat mendorong suami untuk meninggalkan sikap tersebut. Ia harus tahu bahwa berusaha menindasmu sama sekali tidak akan berhasil. Jangan malah kamu bersikap terlalu mudah pasrah karena sudah terlanjur menikah dengannya.

Gak mau nikah dengan pria patriarki adalah prinsip yang harus dipertahankan jika kamu ingin hubungan rumah tangga lebih memuaskan. Jika kamu sudah tahu cara terhindar dari tipe suami patriarki, jangan lagi menoleransi tindakan-tindakan khas budaya patriarki yang ditunjukkan pacar walaupun dirimu lagi kasmaran. Apabila suamimu bertipe patriarki, anak-anak perempuan kalian juga akan menjadi korban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article