Menikah dan punya anak belakangan ini sering digeser oleh tren merawat anabul alias anak bulu di kalangan Gen Z dan milenial. Fenomena memilih gaya hidup single pawrent ini makin marak karena dipandang sebagai opsi yang lebih masuk akal di tengah tekanan ekonomi serta ketidakpastian karier. Memelihara kucing atau anjing memberi rasa hangat tanpa beban finansial dan mental layaknya membesarkan anak manusia.
Namun, kalau keputusan ini diambil cuma karena ikut-ikutan tanpa persiapan matang, kamu bisa kewalahan sendiri di tengah jalan, lho. Menjadi parent buat anabul tetap butuh komitmen waktu, biaya medis yang gak sedikit, hingga empati ekstra saat mereka sakit. Mumpung lagi momen Hari Kucing Internasional, 8 Agustus, yuk, refleksikan dulu suka duka serta kesiapanmu sebelum makin menyelami dunia per-anabulan ini!
