Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Surat untuk Ibu yang Sedang Sakit, dari Putri Kecilmu yang Jauh dari Sisimu

Surat untuk Ibu yang Sedang Sakit, dari Putri Kecilmu yang Jauh dari Sisimu
szohve.org

Senyum kebahagiaan itulah yang ingin aku lihat dari raut wajahmu ibu sebagai harapan dan bahan bakarku untuk menempuh studiku dikota yang jauh, bahkan rinduku yang kian memuncak didalam dadaku yang ingin segera bertemu denganmu. Hari yang aku tunggu adalah hari libur, karena aku bisa kembali ke kampung untuk melepas rindu yang begitu berat ini.

Aku berharap engkau tak usah khawatir akan keadaanku saat aku jauh darimu, cukup kirimkan aku terus doa untuk mengiringgi setiap langkahku.

Default Image IDN
Default Image IDN

Sabarlah ibu, di saat aku jauh darimu, bekal dan semua nasihatmu yang engkau berikan selama ini tidak pernah aku lupakan. Itu menjadi kekuatan dan keberanian yang tetap kusimpan sebelum aku berangkat pergi merantau jauh kekota meninggalkanmu sendiri untuk menuntut ilmu. Percayalah ketika aku jauh darimu aku akan baik-baik saja dengan keadaaanku.

Aku pasti mampu menjaga diriku seperti saat aku dulu bersamamu. Aku tidak akanpernah tega merepotkan ibu untuk datang melihatku di saat aku sedang sakit. Aku harus jadi putri yang mampu bertahan hidup di kota yang jauh darimu. Aku berdoa supaya Ibu tetap kuat di sana dan aku hanya minta Ibu tetaplah berdoa untukku supaya aku bisa menyelesaikan studiku.

Percayalah aku akan segera pulang disaat libur untuk bertemu denganmu dan memelukmu tubuhmu. Satu yang perlu Ibu tahu bahwa aku tidak pernah melupakanmu dan aku sangat menyayangimu dalam dekat ataupun jauh.aku selalu berdoa untuk kesehatanmu dan kesehatanku.

Cepat sembuh ibu, agar aku tak melihat air mata kesedihan lagi diwajahmu. Itulah saat-saat yang selalu aku nantikan.

Default Image IDN
Default Image IDN

Kesedihan bagiku ketika engkau ditimpa sakit, penyesalan bagiku aku tak bisa di dekatmu saat engkau sedang terbaring. Aku ingin sekali mengantarkan makanan, minuman, dan memberi obat kepadamu saat ini, aku ingin sekali mengusap air mata di pipimu itu Ibu. Aku tidak sanggup jauh di kota ini untuk bisa tertawa di kala Ibu sedang sakit, bahkan aku tidak sanggup pergi bersama kawan-kawanku untuk hangout di luar melepas penat yang aku rasakan ini.

Rasanya lebih berguna aku berdoa sendirian di kamar kost ku. Percayalah Bu, dalam doaku yang tak jemu-jemu ini aku selalu berkata, ”Tuhan, tolong ibuku yang sedang sakit yang jauh dariku pulihkan dan sembuhkanlah dia”. Aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya doa yang tulus itulah yang bisa aku berikan dari kejauhan sekarang. Kabar inilah yang kutunggu-tunggumendengar tawamu lewat telepon, dan Ibu berkata, “Ibu sudah sembuh nak.” Rasanya sudah lengkap kebahagiaan yang aku miliki saat ini.

Aku selalu berharap agar Ibu tersenyum bahagia ketika melihat tali itu dipindahkan dan toga itu kugenggam.

Default Image IDN
Default Image IDN

Seiring berlalunya waktu, aku yang jauh dari sisimu memutuskan untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin, lebih baik dari masa laluku dan bangkit dari semua kegagalan yang pernah kualami, tetap punya semangat, tak kenal kata putus asa, tidak selalu mengeluh dan tidak punya sifat cengeng.

Aku terkadang harus mampu mengabaikan kata-kata yang membuatku menyerah di tengah jalan saat aku menuntut ilmu dan saat aku jauh dari sisimu. Aku harus tetap kuat sampai akhir dari usahaku selama ini tidak sia-sia dan menjadi hadiahku untukmu yang akan aku lihat dipipimu nantinya adalah air mata kebahagiaan.

Share
Topics
Editorial Team
Libna Nurmi Rania
EditorLibna Nurmi Rania
Follow Us

Related Articles

See More

7 Gaya Siraman Tengku Nadira, Seragam Keluarga bak Bangsawan

17 Mei 2026, 16:55 WIBLife