- Provinsi Aceh yaitu 57 PAUD, 91 SD, 55 SMP, 65 SMA, 34 SMK, 1 PKBM/SKB, dan 7 SLB.
- Provinsi Sumatra Utara yaitu 76 PAUD, 199 SD, 92 SMP, 11 SMA, 6 SMK, dan 1 SLB.
- Provinsi Sumatra Barat yaitu 51 PAUD, 63 SD, 71 SMP, 20 SMA, 1 SMK, dan 8 SLB.
1.009 Sekolah Terdampak Bencana Banjir Aceh Sumatra, Terbanyak di Sumut

- Ribuan sekolah terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Alokasi anggaran Rp4 miliar untuk tanggap darurat
- Kucuran bantuan dari Kemendikdasmen dalam situasi darurat pemulihan
Jakarta, IDN Times -Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, sebanyak 1.009 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, terus berupaya melakukan mitigasi dan pemetaan untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar bagi para murid di daerah yang terdampak banjir dapat tetap berjalan.
“Kami sudah melakukan mitigasi dan melakukan pemetaan, tidak hanya Aceh dan Sumatra Utara, tetapi juga di beberapa tempat di Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” jelas Abdul Mu’ti dalam keterangan, Minggu (30/12/2025).
1. Ribuan sekolah terdampak di 3 provinsi, terbanyak di Sumut

Mu'ti membeberkan, satuan pendidikan terdampak bencana di Provinsi Aceh berjumlah 310, Provinsi Sumut berjumlah 385, dan Provinsi Sumbar 314 dengan total keseluruhan adalah 1.009.
Dengan rincian sebagai berikut:
2. Alokasi anggaran Rp4miliar

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa tempat yang terdampak. Serta mengalokasikan dana untuk tanggap darurat tahap pertama lebih dari Rp4 miliar dan menggalang dana bantuan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan barang-barang yang dibutuhkan.
“Kami menunggu info datanya, jika sudah ada maka bisa kami proses pengirimannya. Kami juga terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ucapnya.
3. Kucuran bantuan dari Kemendikdasmen

Berikut kucuran bantuan Kemendikdasmen dalam situasi darurat pemulihan yakni:
- Pertama, tenda ruang kelas darurat yang terdiri atas 126 unit Tenda Ruang Kelas Darurat.
- Kedua, Paket Perlengkapan Belajar Siswa (School Kit) yang meliputi 10.200 paket school kit.
- Ketiga adalah uang/pendanaan berupa Bantuan Peningkatan Mutu Pembelajaran senilai masing-masing Rp25 juta/voucher, bantuan keuangan, dan Bantuan Operasional SPAB 20 Paket.
- Keempat adalah dukungan psikososial yaitu 2 paket bantuan senilai masing-masing Rp50 juta/paket untuk mendukung layanan dukungan psikososial bagi warga sekolah di daerah terdampak.
- Kelima adalah buku teks dan nonteks dengan rincian 20.000 eksemplar buku teks, 15.000 eksemplar buku nonteks, dan 50.000 eksemplar buku teks dan nonteks akan dilakukan pengadaan.
- Keenam adalah program revitalisasi tahun 2026 yang diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana.
Selain itu, Kemendikdasmen juga sedang mendata kebutuhan tenda darurat dan school kit, pembuatan grup Whatsapp per provinsi dan melibatkan mitra, menyiapkan dukungan psikososial paket uang untuk satuan pendidikan yang membutuhkan, rencana penggalangan bantuan donasi uang dari personal melalui QRIS yang sedang diproses, dan pembuatan rekening bantuan maupun donasi yang dikumpulkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis (UPT).



















