170 Ribu Jemaah Haji 2026 Masuk Kategori Risiko Tinggi

- Sebanyak 170 ribu jemaah haji Indonesia tahun 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) karena memiliki penyakit komorbid dan kendala fisik.
- Dari jumlah tersebut, 30 ribu di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun, sementara 56 persen dari total jemaah haji adalah perempuan.
- Kementerian Haji dan Umrah menerapkan standar tinggi dalam pelatihan petugas haji untuk melayani jemaah risti dengan stamina, kedisiplinan, dan fisik prima.
Tantangan berat menanti para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 1447 H/2026 M. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan data statistik jemaah yang menuntut kesiapsiagaan ekstra di lapangan.
Dalam wawancara di sela-sela kegiatan Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin sore (26/01/2026), Dahnil menyebut mayoritas jemaah haji Indonesia tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
"Secara statistik jemaah haji kita yang risti—artinya mereka yang punya penyakit komorbid dan kendala fisik—itu hampir 170.000 orang. Bayangkan, 170.000 risti dari sekitar 203.000 jemaah haji reguler," ungkap Dahnil.
Didominasi Lansia dan perempuan

Dahnil merinci, dari 170 ribu jemaah risti tersebut, sebanyak 30 ribu di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia) di atas 65 tahun. Selain itu, demografi jemaah tahun ini juga didominasi oleh kaum perempuan.
"Sekitar 56 persen dari total 221.000 jemaah haji itu perempuan. Artinya semuanya membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang sangat tinggi," jelasnya.
Alasan petugas digembleng fisiknya

Statistik inilah yang menjadi alasan utama mengapa Kementerian Haji dan Umrah menerapkan standar tinggi dalam pelatihan petugas tahun ini. Dahnil menegaskan urgensi memiliki petugas dengan stamina dan kedisiplinan di atas rata-rata.
"Di sinilah urgensi kenapa petugas haji itu harus orang yang punya tanggung jawab tinggi, disiplin tinggi, dan fisik prima. Karena mereka akan melayani 170.000 jemaah risti," tegasnya.
Dahnil juga mengimbau kepada seluruh jemaah, khususnya kategori risti dan lansia, untuk selalu mematuhi panduan petugas demi keselamatan bersama selama di Tanah Suci.


















