Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kelompok HAM Sebut 104 Tahanan Politik di Venezuela Telah Dibebaskan

bendera Venezuela
bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)
Intinya sih...
  • 104 tahanan politik di Venezuela dibebaskan pada Minggu (25/1/2026) di tengah tekanan AS.
  • Pemerintah Venezuela janji bebaskan para tahanan politik usai penangkapan Maduro.
  • 777 tahanan politik ditahan di penjara Venezuela hingga 19 Januari 2026, tapi pembebasannya dianggap terlalu lambat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok hak asasi manusia melaporkan sedikitnya 104 tahanan politik di Venezuela telah dibebaskan pada Minggu (25/1/2026). Hal ini terjadi di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) menyusul penculikan dan pencopotan mantan pemimpin sayap kiri, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS bulan ini.

Sebagian besar tahanan yang dibebaskan adalah para penentang Maduro, yang ditahan selama protes terhadap kemenangannya dalam pemilu 2024, yang secara luas dianggap curang.

"Kami telah mengidentifikasi 104 pembebasan tahanan politik di Venezuela hari ini. Kami terus memverifikasi pembebasan lainnya dari penjara. Akan sangat ideal jika pemerintah menerbitkan daftar orang‑orang yang dibebaskan,” tulis direktur LSM Foro Penal, Alfredo Romero, dalam unggahan di X.

1. Jumlah tahanan yang dibebaskan bisa bertambah

Kelompok yang berbasis di Caracas itu mengungkapkan bahwa pengacaranya, Kennedy Tejeda, dan seorang mahasiswa komunikasi, Juan Francisco Alvarado, termasuk di antara para tahanan yang dibebaskan.

Tejeda, seorang pengacara sekaligus aktivis hak asasi manusia, terakhir terlihat pada 2 Agustus 2024 saat ia mengunjungi sebuah pusat penahanan di negara bagian Carabobo untuk memberikan bantuan hukum kepada tahanan politik.

“Kawan kami yang tercinta, Kennedy Tejeda, pengacara, pembela hak asasi manusia, dan tahanan politik di Tocorón sejak 2 Agustus 2024, telah dibebaskan dari penjara. Sekarang ia telah kembali ke rumah bersama keluarganya,” kata Romero.

Gonzalo Himiob, wakil presiden Foro Penal, mengatakan bahwa jumlah pembebasan tersebut masih belum pasti dan bisa saja bertambah, dilansir dari Al Jazeera.

2. Pemerintah Venezuela janji bebaskan para tahanan politik usai penangkapan Maduro

Di bawah pemerintahan presiden sementara Delcy Rodriguez, yang ditunjuk setelah penangkapan Maduro, pemerintah Venezuela telah berjanji akan membebaskan sejumlah besar lawan politik mantan pemimpin yang kini dipenjara tersebut.

Beberapa hari setelah penangkapan Maduro, saudara laki-laki Rodriguez, Jorge, yang mengepalai Majelis Nasional di negara Amerika Selatan tersebut, juga mengatakan bahwa para tahanan akan dibebaskan sebagai itikad baik demi hidup berdampingan secara damai.

“Cukup dengan perintah dari Washington kepada para politisi di Venezuela. Biarkan politik Venezuela menyelesaikan perbedaan dan konflik internal kita. Cukup dengan kekuatan asing. Republik ini telah menanggung biaya yang sangat besar karena harus menghadapi konsekuensi dari fasisme, dari ekstremisme di negara kita," kata Delcy Rodriguez dalam pidatonya di hadapan para pekerja minyak di negara bagian Anzoategui pada Minggu, dikutip dari Le Monde.

3. 777 tahanan politik ditahan di penjara Venezuela hingga 19 Januari 2026

Pemerintah Venezuela menyatakan telah membebaskan 626 tahanan sejak bulan Desember 2025, tapi Foro Penal hanya mengonfirmasi sekitar setengah dari jumlah tersebut. Dalam pidatonya pekan lalu, Rodriguez mengatakan akan berbicara dengan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, pada Senin (26/1/2026) untuk meminta PBB mengonfirmasi angka-angka tersebut.

Foro Penal mencatat ada 777 tahanan politik yang mendekam di penjara Venezuela hingga 19 Januari 2026. Oposisi di Venezuela dan kelompok-kelompok hak asasi manusia juga mengkritik proses pembebasan yang dianggap terlalu lambat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

DPR Resmi Tunjuk Adies Kadir Jadi Calon Hakim MK

27 Jan 2026, 11:27 WIBNews