Cuaca Ekstrem Hajar Jakarta, Pramono Siapkan Anggaran OMC Sebulan

- Cuaca ekstrem hingga 1 Februari: Pramono siapkan OMC untuk mengurangi dampak hujan deras di Jakarta berdasarkan prediksi BMKG.
- Pemprov massifkan pengerukan Sungai Cakung Lama: Normalisasi sepanjang 8,5 km dengan volume pengerukan 45.000 meter kubik menjadi prioritas utama.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sudah menyiapkan anggaran khusus untuk penanganan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama satu bulan.
Meski tidak menyebutkan jumlah anggaran untuk pelaksanaan OMC tersebut, Pramono memastikan OMC akan dilakukan apabila dibutuhkan.
"Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan untuk satu bulan penuh anggarannya. Jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan melakukan OMC," ujar Pramono di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2025).
1. Cuaca ekstrem sampai 1 Februari

Pramono mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG, cuaca ekstrem masih terjadi khususnya di Jakarta sampai 1 Februari mendatang. Untuk itu, OMC akan dilakukan untuk mengurangi dampak hujan yang deras.
"OMC sekali lagi kami melihat cuaca yang ada. Hasil BMKG memang sekarang ini ada kemungkinan sampai dengan tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan OMC," ujar dia.
"Yang paling penting adalah untuk jangan sampai dampak curah hujan yang tinggi kemudian mengakibatkan banjir yang seperti kita rasakan beberapa hari yang lalu, maka itu yang akan kami lakukan," kata dia.
2. Pemprov masifkan pengerukan

Tidak hanya mengandalkan OMC dalam upaya pengendalian banjir, Pramono juga akan terus melanjutkan pengerukan sekaligus normalisasi Sungai Cakung Lama yang ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Pramono menjelaskan, normalisasi Sungai Cakung Lama memiliki panjang total sekitar 8,5 kilometer dengan volume pengerukan mencapai kurang lebih 45 ribu meter kubik. Proyek tersebut terbagi dalam 17 segmen dan menjadi salah satu prioritas utama yang telah diputuskan pemerintahannya.
“Ini harus diputuskan dan menjadi bagian yang saya prioritaskan. Termasuk penanganan bottleneck yang waktu itu kita lihat bersama-sama di Cakung Lama, tepatnya di Sungai Begog, di bagian hilir,” kata Pramono.
3. BPBD keluarkan peringatan cuaca ekstrem

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta pada periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Waspada Cuaca Ekstrem Provinsi DKI Jakarta. Periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di wilayah DKI Jakarta," tulis BPBD DKI Jakarta dikutip laman Instagram, Senin (26/1/2026).


















