Immanuel Ebenezer: Saya Mau Jadi Pimpinan atau Jubir KPK

- Immanuel Ebenezer ingin menjadi pimpinan atau juru bicara KPK setelah sidang dugaan korupsi yang menjeratnya.
- Noel juga berhasrat menjadi juru bicara KPK jika tidak bisa menjadi pimpinan, meskipun menyadari bahwa itu adalah cita-cita yang bodoh dan idiot.
Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer (Noel), ingin menjadi pimpinan atau juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu ia sampaikan sesaat sebelum sidang dugaan korupsi yang menjeratnya.
"Ya, saran sedikit buat KPK, setelah selesai kasus saya ini, saya mau menjadi pimpinan KPK, saya mau jadi mimpin KPK," ujar dia di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026)
Apabila tak menjadi pimpinan, Noel juga berhasrat menjadi juru bicara KPK.
"Atau seidiot-idiotnya saya jadi juru bicara KPK. Itu cita-cita saya yang paling bodoh dan paling idiot, jadi juru bicara KPK," kata Noel.
Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar. Selain itu Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 M dan Motor Ducati Scrambler.
Noel didakwa bersama sepuluh pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang; Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025; Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020
Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025; Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator; Supriadi selaku koordinator; Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.
















