Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah yang Marak di India

Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah yang Marak di India
Petugas memeriksa penumpang di Bandara Soekarno-Hatta menyusul wabah virus Nipah (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Intinya sih...
  • Potensi penularan di IndonesiaDalam SE tersebut, Kemenkes menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang memiliki tingkat kematian tinggi, yakni berkisar 40 hingga 75 persen.
  • Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, dengan reservoir alami berupa kelelawar buah (Pteropus sp.), baik secara langsung maupun melalui perantara hewan lain seperti babi, serta dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah menyusul laporan kasus konfirmasi di India.

Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tersebut ditetapkan pada 30 Januari 2026 dan ditujukan kepada seluruh jajaran kesehatan di Indonesia, mulai dari dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, hingga laboratorium kesehatan masyarakat.

"Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi Penyakit Virus Nipah pada manusia di Indonesia, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan mengingat Indonesia termasuk wilayah berisiko berdasarkan kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa," kata Dirjen Pengendalian Penyakit, Murti Utami dalam keterangan, Senin (2/1/2026).

1. Potensi penularan di Indonesia

Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah yang Marak di India
Virus Nipah bersifat zoonotik dan berisiko tinggi. (who.int)

Dalam SE tersebut, Kemenkes menjelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang memiliki tingkat kematian tinggi, yakni berkisar 40 hingga 75 persen. Virus ini ditularkan dari hewan ke manusia, dengan reservoir alami berupa kelelawar buah (Pteropus sp.), baik secara langsung maupun melalui perantara hewan lain seperti babi, serta dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

"Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah (Pteropus sp.) yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia," katanya.

2. Dinkes diminta pemantauan tren kasus suspek meningitis

Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah yang Marak di India
Pasien meningitis yang dirawat di ICU RSUD Klungkung. (Dok. IDN Times/Istimewa)

Untuk itu, Murti mengimbau kepada Dinas Kesehatan agar dalam pelaksanaan surveilans melakukan pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek meningitis atau ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta pneumonia melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) maupun surveilans sentinel.

Selain itu, penemuan kasus dilakukan berdasarkan definisi operasional yang mengacu pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah.

3. Dorong kajian epidemiologis

Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah yang Marak di India
Gedung Kemenkes (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kemenkes juga mendorong dilakukannya kajian epidemiologis serta pemetaan faktor risiko kesehatan sebagai langkah antisipasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya tersebut disertai dengan peringatan kewaspadaan dini terhadap kemungkinan KLB serta peningkatan kesiapsiagaan melalui pendekatan one health yang melibatkan lintas sektor terkait.

Di India, infeksi virus Nipah (NiV) telah terjadi beberapa kali sejak 2001, dengan wabah di Negara Bagian West Bengal pada 2001 dan 2007, serta secara berulang di Negara Bagian Kerala sejak 2018.

Di Negara Bagian West Bengal, wabah sebelumnya terjadi pada 2001 (Distrik Siliguri) dan 2007 (Distrik Nadia). Pada 14 Januari 2026, India kembali melaporkan kejadian kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Negara Bagian West Bengal.

Per 26 Januari 2026, telah dilaporkan sebanyak dua kasus konfirmasi tanpa kematian di Distrik North 24 Parganas, Negara Bagian West Bengal. Seluruh kasus konfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Telah diidentifikasi lebih dari 120 kontak erat dan semuanya dilakukan karantina. Investigasi lengkap masih terus dilakukan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Waspada Virus Nipah, Dinkes DKI: Hindari Makan Buah Terbuka dan Rusak

02 Feb 2026, 16:15 WIBNews