Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AHY: Kekuasaan adalah Amanah Rakyat yang Memiliki Batas Waktu
AHY saat berpidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).. (IDN Times/Triyan Pangastuti)
  • AHY menekankan demokrasi harus dijaga dalam setiap siklus pergantian kekuasaan, berdasarkan pengalaman Partai Demokrat pernah memimpin pemerintahan, berada di luar pemerintahan, menang, dan kalah.
  • Dalam HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY meminta hak rakyat untuk memilih dan dipilih tidak dihalangi karena pemilu pada hakikatnya milik rakyat.
  • AHY mengajak kader belajar dari transisi damai setelah dua periode pemerintahan SBY: kekuasaan adalah amanah rakyat, berbatas waktu, dan bukan tujuan akhir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5 September 2026

AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat mengingatkan bahwa demokrasi harus dijaga dan hak rakyat untuk memilih serta dipilih tidak boleh dihalangi. Ia menegaskan kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    AHY menegaskan kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu serta mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan hak rakyat dalam pemilu.
  • Who?
    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pesan kepada kader Partai Demokrat dalam peringatan HUT ke-25 partai.
  • Where?
    Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat berlangsung di Jakarta.
  • When?
    AHY menyampaikan pernyataan tersebut pada Sabtu, 5 September 2026.
  • Why?
    AHY menilai pengalaman Demokrat berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan menunjukkan demokrasi harus dijaga dalam kondisi apa pun.
  • How?
    AHY mengajak kader belajar dari pergantian kekuasaan damai setelah dua periode pemerintahan SBY dan meminta hak rakyat memilih serta dipilih tidak dihalangi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
AHY bilang kekuasaan itu dari rakyat dan tidak bisa dipakai selamanya. Ia bicara saat ulang tahun Partai Demokrat. AHY mengingatkan orang harus menjaga demokrasi. Rakyat jangan dihalangi untuk memilih. Ia juga mengajak anggota partainya belajar dari SBY, yang selesai memimpin dua kali masa jabatan dengan damai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pesan AHY menempatkan pengalaman politik sebagai ruang pembelajaran untuk merawat demokrasi, termasuk dengan menghormati hak rakyat memilih dan dipilih. Penekanan bahwa kekuasaan bersifat sementara dan merupakan amanah memberi landasan etis bagi kader untuk memandang jabatan secara proporsional, sejalan dengan contoh pergantian pemerintahan yang damai dan demokratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi di tengah siklus pergantian kekuasaan.

AHY mengatakan, Partai Demokrat memiliki pengalaman memimpin pemerintahan maupun berada di luar pemerintahan. Partai tersebut juga pernah merasakan kemenangan dan kekalahan dalam kontestasi politik.

Menurut dia, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa demokrasi harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun. Sebab, pemilu pada hakekatnya merupakan milik rakyat.

"Jangan dihalang-halangi hak rakyat untuk memilih dan untuk dipilih," ujar AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, Sabtu (5/9/2026).

AHY juga mengajak kader Demokrat belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, salah satu pelajaran penting adalah proses pergantian kekuasaan yang berlangsung secara damai dan demokratis setelah SBY menyelesaikan dua periode pemerintahan.

Dia mengatakan, kekuasaan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang dapat dimiliki seseorang untuk selamanya. Kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata dia.

AHY mengatakan, jabatan dan kekuasaan pada akhirnya akan berganti seiring dengan siklus politik. Karena itu, seluruh kader Demokrat diminta memahami bahwa kekuasaan bukanlah tujuan akhir.

"Kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya," ujar AHY.

Curated For You

Editorial Team

Related Article