Arus Balik Terlihat, 47 Ribu Kendaraan Mulai Masuk Jakarta

- Sebanyak 47.644 kendaraan tercatat masuk Jakarta pada H+1 Lebaran 2026 melalui empat gerbang tol utama, menandai awal arus balik meski belum terjadi lonjakan signifikan.
- Volume kendaraan masuk masih rendah dengan penurunan lebih dari 60 persen dibanding periode normal dan tahun sebelumnya, menunjukkan arus balik belum mencapai puncaknya.
- Sementara itu, 94.643 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta pada H+2, dengan arus keluar terbesar di GT Cikampek Utama, menandakan aktivitas mudik mulai melandai.
Jakarta, IDN Times— Arus balik Lebaran 2026 mulai terlihat pada H+1 ditandai dengan masuknya puluhan ribu kendaraan ke Jakarta. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta per 22 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, tercatat 47.644 kendaraan telah memasuki Ibu Kota melalui empat gerbang tol utama.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan arus balik pada H+2 masih belum signifikan.
“Pergerakan kendaraan yang masuk Jakarta sudah mulai ada, namun belum menunjukkan lonjakan. Ini menandakan arus balik masih akan meningkat dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya dalam keterangan, Senin (23/3/2026)
1. Volume kendaraan masuk masih relatif rendah
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi arah Jakarta.
Meski sudah mulai bergerak, volume kendaraan masuk ini masih relatif rendah, dengan penurunan 63,31 persen dibandingkan periode normal dan turun 69,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Secara rinci, kendaraan terbanyak masuk melalui GT Cikupa sebanyak 17.542 kendaraan, disusul GT Kalihurip Utama 12.439 kendaraan, GT Ciawi 10.784 kendaraan, dan GT Cikampek Utama 6.879 kendaraan.
2. Sebanyak 94.643 kendaraan tinggalkan Jakarta

Meski demikian, Syafrin mengungkap arus lalu lintas keluar Jakarta masih terpantau tinggi pada H+2 Lebaran 2026. Berdasarkan data yang sama sebanyak 94.643 kendaraan tercatat meninggalkan Ibu Kota melalui empat gerbang tol utama.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi.
"Meski masih tinggi, volume kendaraan keluar Jakarta tercatat turun 30,3 persen dibandingkan periode normal dan turun 53,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," katanya.
3. Arus keluar terbesar terjadi di GT Cikampek Utama
Secara rinci, arus keluar terbesar terjadi di GT Cikampek Utama sebanyak 25.837 kendaraan, disusul GT Ciawi 24.146 kendaraan, GT Cikupa 22.448 kendaraan, dan GT Kalihurip Utama 22.212 kendaraan.
Syafrin menyebut kondisi ini menunjukkan arus mudik mulai melandai, meski pergerakan kendaraan masih terjadi.
“Pada H+2, arus keluar Jakarta masih ada, namun volumenya sudah menurun signifikan dibandingkan puncak mudik,” ujarnya.

















