Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atasi Masalah PPDB, Pemkot Bogor Rencana Subsidi 3.000 Siswa Masuk SMP Swasta

Ilustrasi anak smp (Dok. Istimewa)
Ilustrasi anak smp (Dok. Istimewa)
Intinya sih...
  • Bergantung pada ketersediaan anggaran daerahMeski menargetkan ribuan siswa, realisasi angka tersebut sangat ditentukan oleh hasil ketuk palu anggaran.
  • Anggaran pendidikan Bogor sudah lampaui standar nasionalAlokasi APBD untuk pendidikan di Kota Hujan sudah melampaui mandat undang-undang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memaparkan sejumlah strategi pemerintah untuk memastikan akses pendidikan tetap merata, mulai dari revitalisasi bangunan hingga subsidi siswa masuk sekolah swasta mulai PPBD 2026.

Pemkot Bogor menyadari bahwa daya tampung SMP Negeri saat ini masih sangat terbatas. Sebagai solusi, pemerintah berencana memfasilitasi ribuan siswa yang tidak lolos seleksi negeri agar tetap bisa bersekolah di swasta dengan bantuan biaya.

"Ya, karena daya tampung SMP Negeri kita belum mencukupi, harapan kita bisa mengakomodasi 3.000 siswa. Namun hal ini bergantung pada persetujuan anggaran," ujar Jenal Mutaqin saat ditemui, Senin (9/2/2026).

1. Bergantung pada ketersediaan anggaran daerah

Ilustrasi anak SD (IDN Times/Dok SDN Tugurejo Semarang)
Ilustrasi anak SD (IDN Times/Dok SDN Tugurejo Semarang)

Meski menargetkan ribuan siswa, Jenal mengatakan, realisasi angka tersebut sangat ditentukan oleh hasil ketuk palu anggaran. Jika anggaran terbatas, kuota subsidi terpaksa disesuaikan.

"Jika hanya disetujui untuk 2.000 siswa, maka itu yang dijalankan. Insyaallah targetnya tetap 3.000 siswa jika anggaran memadai," kata dia.

2. Anggaran pendidikan Bogor sudah lampaui standar nasional

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari sisi finansial, Pemkot Bogor sebenarnya telah memberikan atensi besar pada sektor pendidikan. Saat ini, alokasi APBD untuk pendidikan di Kota Hujan sudah melampaui mandat undang-undang.

"Saat ini anggaran pendidikan kita sudah mencapai 24 persen, melebihi kewajiban regulasi yang sebesar 20 persen" kata Jenal.

3. Fokus pada revitalisasi, bukan bangun sekolah baru

Jenal mutaqin.jpg
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat meresmikan SDN 5 Cimahpar, Senin (9/2/2026). Dok. Istimewa.

Jenal mengatakan, terkait infrastruktur, fokus tahun ini adalah memperbaiki fasilitas yang sudah ada. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, tahun lalu terdapat 15 titik revitalisasi yang bersumber dari dana APBN.

Tahun ini, Pemkot Bogor juga membidik wilayah perbatasan yang selama ini sulit terjangkau.

"Ini adalah program revitalisasi bangunan yang sudah ada, bukan pembangunan sekolah baru. Harapan kami tahun ini ada penambahan lagi, terutama untuk SD di pinggiran kota atau wilayah perbatasan," ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Al-Azhar Puji Komitmen Indonesia Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

09 Feb 2026, 23:04 WIBNews