Partai Bhumjaithai Menang Telak, Anutin Bertahan Sebagai PM Thailand

- Bhumjaithai menjadi partai terbesar di parlemen Thailand
- Partai Rakyat unggul di lima daerah pemilihan lainnya
- Anutin Charnvirakul menyampaikan pesan persatuan kepada rakyat Thailand
Jakarta, IDN Times - Partai Bhumjaithai yang dipimpin Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meraih kemenangan telak dalam pemilu kilat yang digelar akhir pekan lalu.
Hasil tidak resmi menunjukkan, Bhumjaithai menjadi partai terbesar di parlemen, membuka jalan bagi Anutin untuk tetap menjabat sebagai perdana menteri.
Pemilu ini digelar setelah koalisi pemerintahan sebelumnya runtuh hanya tiga bulan setelah terbentuk, memaksa Thailand kembali ke bilik suara. Selain menentukan arah pemerintahan baru, pemungutan suara kali ini juga disertai referendum penting terkait rencana penulisan ulang konstitusi Thailand yang disusun militer pada 2017.
1. Bhumjaithai jadi partai terbesar parlemen

Hasil penghitungan suara yang hampir rampung menunjukkan dominasi Partai Bhumjaithai dalam pemilu kali ini. Dengan sekitar 90 persen suara yang telah dihitung, hasil tidak resmi mencatat Bhumjaithai meraih hampir 200 dari total 500 kursi di Majelis Rendah parlemen Thailand, menurut laporan media lokal Thailand Enquirer.
Capaian tersebut menjadikan Bhumjaithai sebagai partai tunggal terbesar di parlemen, meskipun belum mencapai ambang batas 251 kursi untuk membentuk pemerintahan sendiri.
Untuk memastikan mayoritas, Bhumjaithai dipastikan akan membentuk koalisi dengan Partai Kla Tham, sekutunya, yang berhasil meraih 60 kursi.
Koalisi ini diperkirakan cukup untuk mengamankan dukungan parlemen dan mempertahankan Anutin Charnvirakul sebagai perdana menteri.
2. Peta kekuatan partai politik Thailand

Di posisi kedua, Partai Rakyat (People’s Party) yang berhaluan progresif berhasil meraih 110 kursi dan masih unggul di lima daerah pemilihan lainnya. Partai ini dipimpin Natthaphong Ruengpanyawut, yang mengakui bahwa partainya tidak keluar sebagai pemenang utama dalam pemilu kali ini.
“Kami berdiri pada prinsip untuk menghormati partai yang finis di posisi pertama dan haknya untuk membentuk pemerintahan,” ujar Natthaphong kepada wartawan, dilansir Anadolu, Senin (9/2/2026).
Ia juga menegaskan, People’s Party tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Bhumjaithai. “Jika Bhumjaithai dapat membentuk pemerintahan, maka People’s Party akan berada di posisi oposisi,” katanya.
Sementara itu, Partai Pheu Thai yang didukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra memperoleh sekitar 80 kursi, sedangkan Partai Demokrat mengamankan 20 kursi.
3. Pesan persatuan untuk rakyat Thailand

Menanggapi kemenangan partainya, Anutin Charnvirakul menyampaikan pesan persatuan kepada seluruh rakyat Thailand. “Kemenangan Bhumjaithai hari ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Thailand, baik Anda memilih Partai Bhumjaithai maupun tidak,” kata Anutin kepada wartawan.
Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja maksimal bagi publik. “Kami harus melakukan yang terbaik untuk melayani rakyat Thailand dengan kemampuan penuh kami,” ujarnya.
Pemilu kali ini juga mencatat partisipasi pemilih sekitar 60 persen, menurun dibandingkan pemilu umum 2023 yang mencapai 75 persen.
Selain pemilihan legislatif, pemilih Thailand juga memberikan mandat kuat melalui referendum konstitusi. Sekitar 60 persen pemilih, atau sekitar 18,41 juta orang menyatakan setuju agar pemerintahan baru menulis ulang konstitusi 2017 yang disusun oleh militer.
Hasil referendum ini memberikan legitimasi politik tambahan bagi pemerintahan baru untuk memulai proses reformasi konstitusional di Thailand.

















