Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

China Cabut Vonis Mati Warga Kanada usai Lakukan Diplomasi Ekonomi

ilustrasi hukum (pixabay.com/vanna44)
ilustrasi hukum (pixabay.com/vanna44)
Intinya sih...
  • China membatalkan vonis mati Robert Schellenberg dan perintahkan sidang ulang.
  • Diplomasi ekonomi pererat hubungan Kanada dengan China.
  • China batalkan vonis mati setelah peninjauan kembali kasus narkotika.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China resmi membatalkan vonis hukuman mati terhadap warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg, pada Jumat (6/2/2026). Keputusan ini diambil di tengah upaya pemulihan hubungan diplomatik dan ekonomi antara Beijing dan Ottawa, yang sempat membeku selama beberapa tahun terakhir.

Mahkamah Agung Rakyat China kini telah memerintahkan persidangan ulang bagi pria asal British Columbia tersebut, atas dugaan keterlibatan dalam sindikat narkotika internasional.

Langkah hukum ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan kemitraan strategis kedua negara di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Mark Carney. Otoritas terkait menyatakan bahwa peninjauan kembali kasus ini merupakan bagian dari prosedur hukum yang transparan.

1. China batalkan vonis mati Robert Schellenberg dan perintahkan sidang ulang

bendera China
bendera China (unsplash.com/CARLOS DE SOUZA)

Mahkamah Agung Rakyat China resmi membatalkan vonis hukuman mati terhadap warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg. Keputusan ini diambil setelah otoritas hukum tertinggi melakukan peninjauan kembali secara mendalam, terhadap prosedur hukum yang menjerat Schellenberg dalam kasus narkotika internasional. Kasus ini kini dikembalikan ke Pengadilan Tinggi Rakyat Liaoning untuk menjalani proses persidangan ulang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di China.

Pengacara Schellenberg, Zhang Dongshuo, mengonfirmasi bahwa kliennya kini berada dalam kondisi yang lebih tenang setelah menerima informasi mengenai pembatalan tersebut. Persidangan ulang ini membuka kesempatan bagi tim pembela untuk menyerahkan bukti-bukti tambahan guna menyanggah tuduhan penyelundupan 222 kilogram metamfetamin.

Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC), menyatakan telah mengetahui keputusan tersebut dan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan konsuler penuh bagi Schellenberg. Pihak keluarga juga mengungkapkan rasa syukur dan harapan besar agar persidangan baru ini dapat membuktikan klaim Schellenberg, bahwa dirinya hanyalah seorang turis yang tidak bersalah.

"Sangat membesarkan hati melihat perkembangan ini, dan semua orang berharap untuk terus mendapatkan kabar baik dengan adanya persidangan ulang," ujar Anna Marie White, perwakilan keluarga Schellenberg, dilansir CBC.

2. Diplomasi ekonomi pererat hubungan Kanada dengan China

Bendera Kanada sedang berkibar.
potret bendera Kanada (pexels.com/Jared VanderMeer)

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, melakukan kunjungan resmi ke Beijing pada Januari 2026 guna memulihkan hubungan diplomatik dan ekonomi yang sempat membeku. Kunjungan strategis ini difokuskan pada diversifikasi pasar ekspor Kanada untuk mengurangi ketergantungan perdagangan terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan tarif global.

Langkah tersebut membuahkan hasil positif melalui kesepakatan awal mengenai penurunan tarif untuk komoditas penting seperti produk kanola dan kendaraan listrik. Pencairan hubungan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional Kanada di tengah dinamika persaingan pasar global yang semakin kompetitif.

Perdana Menteri Carney menegaskan bahwa membangun hubungan kerja yang sehat dengan China merupakan langkah pragmatis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. Strategi kebijakan luar negeri ini bertujuan mengamankan kepentingan jangka panjang Kanada melalui kemitraan yang lebih fungsional dan terukur.

"Meskipun ada ketegangan yang terus berlanjut, Ottawa memerlukan hubungan kerja yang baik dengan Beijing demi mengamankan masa depan ekonominya," ujar Carney, dilansir CTV News.

Keberhasilan diplomasi ekonomi ini diduga turut memberikan dampak positif pada ranah hukum, yang ditandai dengan pembatalan vonis hukuman mati terhadap warga Kanada, Robert Lloyd Schellenberg. Meskipun pemerintah tidak memberikan pernyataan resmi mengenai kaitan langsung antara kedua hal tersebut, pengacara Zhang Dongshuo menilai bahwa atmosfer diplomatik yang membaik telah memberikan ruang bagi pertimbangan yudisial yang lebih lunak.

3. China batalkan vonis mati setelah peninjauan kembali kasus narkotika

ilustrasi hukuman mati (unsplash.com/Shang Zhou)
ilustrasi hukuman mati (unsplash.com/Shang Zhou)

Keputusan penting untuk membatalkan vonis hukuman mati terhadap warga negara Kanada, Robert Lloyd Schellenberg, diambil setelah otoritas hukum tertinggi melakukan peninjauan kembali secara mendalam terhadap prosedur hukum yang menjerat Schellenberg sejak tahun 2014. Langkah yudisial ini menandai titik balik signifikan bagi Schellenberg, yang kini akan menjalani proses persidangan ulang di Pengadilan Tinggi Rakyat Liaoning. Perkembangan ini juga dipandang sebagai hasil nyata dari pendekatan diplomasi baru yang lebih konstruktif antara Beijing dan Ottawa.

Kasus ini bermula ketika Schellenberg ditahan di Dalian atas tuduhan penyelundupan 222 kilogram sabu dan awalnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Namun, situasi berubah drastis pada Januari 2019 saat hukuman tersebut ditingkatkan menjadi hukuman mati dalam persidangan ulang yang hanya berlangsung satu hari.

Perubahan vonis yang mendadak ini terjadi di tengah memanasnya hubungan bilateral akibat penangkapan petinggi Huawei, Meng Wanzhou, di Vancouver. Banyak pakar hukum internasional mengkritik keras peningkatan hukuman tersebut sebagai bentuk diplomasi politik yang mengabaikan hak terdakwa untuk mendapatkan proses hukum yang adil.

Selama bertahun-tahun, pemerintah Kanada terus berupaya mengadvokasi pemberian grasi bagi Schellenberg melalui jalur diplomatik dan kemanusiaan. Thida Ith, perwakilan dari kementerian luar negeri Kanada, menegaskan konsistensi negara dalam melindungi warganya.

Perubahan kepemimpinan di Kanada pada tahun 2025 di bawah Perdana Menteri Mark Carney membawa strategi baru yang lebih mengedepankan kemitraan strategis. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membuka kembali ruang dialog yang sebelumnya tertutup, sehingga memungkinkan adanya tinjauan hukum yang lebih objektif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Dikunjungi Prabowo, Revitalisasi SDN 5 Cimapar Bogor Habiskan Rp2,6 M

09 Feb 2026, 21:19 WIBNews