Al-Azhar Puji Komitmen Indonesia Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

- Nasihat Syaikh Ad-Duwaini ulama harus jadi teladan
- Puji kepedulian Haji Isam terhadap mahasiswa internasional
- Ad-Duwaini ingatkan untuk hati-hati membuat fatwa
Jakarta, IDN Times - Universitas Al-Azhar Kairo memberikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang berkomiten dalam mempercepat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berhaluan moderat (wasathiyah).
Al Azhar Kairo juga mengapresiasi komitmen Prabowo dalam mempercepat SDM menuju Indonesia Emas 2045, khususnya bagi ribuan mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di universitas tersebut.
“Dukungan ini sangat vital untuk melahirkan ulama yang mumpuni di masa depan,” ujar Wakil Grand Syaikh Al Azhar, Prof Dr Muhammad Abdurrahman Ad-Duwaini saat menerima delegasi ASFA Foundation, dikutip, Senin (9/2/2026).
1. Nasihat Syaikh Ad-Duwaini ulama harus jadi teladan

Selain Syaikh Ad-Duwaini, delegasi ASFA Foundation juga diterima oleh Grand Mufti Mesir Prof Dr Nadhir Muhammad Ayyadh.
Adapun delegasi ASFA Foundation terdiri dari 45 peserta pendidikan intensif yang merupakan pimpinan pesantren dari 22 provinsi di Indonesia, serta 150 mahasiswa S-2 dan S-3 Al Azhar penerima beasiswa Lazis ASFA.
Dalam nasihatnya kepada para kader ulama dan pimpinan pesantren, Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang komprehensif atau mendalam, agar mampu menjawab tantangan kekinian.
“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” tuturnya.
2. Puji kepedulian Haji Isam terhadap mahasiswa internasional

Di sisi lain, Al-Azhar juga mengapresiasi sekaligus mendoakan Ketua Dewan Pembina ASFA Foundation, H. Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Al-Azhar menilai, Haji Isam memiliki kepedulian luar biasa melalui bantuan bagi mahasiswa internasional.
“Kami mendoakan agar Allah senantiasa menjaga Beliau (Haji Isam), serta memberikan kemudahan dan taufik dalam segala usahanya. Dukungan Beliau terhadap program kolaborasi ASFA dan Al-Azhar sangat dirasakan manfaatnya,” ungkap Syaikh Ad-Duwaini.
3. Ad-Duwaini ingatkan untuk hati-hati membuat fatwa

Dalam pesannya, Syaikh Ad-Duwaini juga mengingatkan prinsip kehati-hatian dalam berfatwa. Ketergesaan tanpa pemahaman akar masalah, dapat mendorong umat pada kemunduran. Senada dengan itu, Grand Mufti Syaikh Nadhir Ayyadh menegaskan bahwa fatwa harus memberi kemudahan (taisir), namun tetap kokoh memegang prinsip syariat.
Kerja antara Al-Azhar dan ASFA Foundation ini tidak lepas dari peran inisiator utama, almarhum Komjen Pol (Purn) Syafruddin Kambo. Fondasi dibangun almarhum hingga berkembang pesat melalui berbagai program strategis, mulai dari beasiswa, pelatihan, seminar, hingga riset kolaboratif selama tiga tahun terakhir.
















