Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bareskrim Tangkap DPO Narkoba Basri di Malaysia
DPO Basri Lewaimang (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Bareskrim Polri menangkap DPO Basri Lewaimang di Johor Baru, Malaysia, melalui kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol.
  • Basri diduga menjadi koordinator peredaran narkotika di THM Planet 1, 2, dan 3 di Batam.
  • Polisi menyita barang saat penangkapan serta memasang garis polisi pada kendaraan, kapal, dan aset yang diduga terkait TPPU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?
Vote Now
10 Agustus 2026

Perkara Basri berkaitan dengan Laporan Polisi Nomor LP/A/172/VIII/2026/SPKT.Dittipidnarkoba/Bareskrim Polri.

pukul 00.30 waktu Malaysia

Basri diamankan di daerah Johor Baru, Malaysia, melalui kerja sama dengan Divhubinter Polri dan Interpol.

Kamis (20/9/2026)

Basri tiba di Bareskrim Polri pukul 17.18 WIB dengan tangan diborgol.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?
Vote Now
  • What?
    Bareskrim Polri menangkap DPO Basri Lewaimang yang diduga terkait peredaran narkotika di THM Planet 1, 2, dan 3 di Batam.
  • Who?
    Basri Lewaimang ditangkap Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dengan kerja sama Divhubinter Polri dan Interpol.
  • Where?
    Basri diamankan di daerah Johor Baru, Malaysia, lalu tiba di Bareskrim Polri.
  • When?
    Basri diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia dan tiba di Bareskrim Polri pada Kamis (20/9/2026) pukul 17.18 WIB.
  • Why?
    Basri diduga menjadi koordinator yang mengedarkan narkotika di P1, P2, dan P3 serta terkait narkotika golongan I lebih dari 5 gram.
  • How?
    Polisi melacak Basri di Johor Baru, mengamankannya, menyita barang, serta memasang garis polisi pada aset yang diduga terkait TPPU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?
Vote Now

Polisi menangkap Basri di Malaysia. Basri adalah orang yang dicari polisi. Polisi bilang Basri diduga mengatur narkotika di tempat hiburan malam Planet di Batam. Basri lalu dibawa ke Bareskrim Polri dengan tangan diborgol. Polisi juga mengambil handphone, uang, dan catatan. Beberapa mobil, kapal, rumah, ruko, apartemen, dan restoran juga diberi garis polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?
Vote Now

Kerja sama Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, dan Interpol memungkinkan Basri diamankan setelah terpantau di Johor Baru, Malaysia. Penyidik juga menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan TPPU dan memasang garis polisi pada kendaraan, kapal, serta aset tidak bergerak. Langkah ini berjalan bersamaan dengan penyitaan barang dalam penangkapan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Direktorat Narkoba Bareskrim Polri menangkap pengelola peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Planet 1, 2, dan 3 di Batam, Kepulauan Riau, Basri Lewaimang. Basri telah masuk daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Pantauan IDN Times, Basri tiba di Bareskrim Polri pada Kamis (20/9/2026) pukul 17.18 WIB. Berpakaian serba hitam, Basri digiring dengan tangan diborgol.

“Jadi untuk DPO Basri ini kerja sama, dengan Divhubinter Polri dan Interpol, yang mana yang bersangkutan terpantau di daerah Johor Baru, Malaysia. Jadi diamankan sekitar pukul 00.30 waktu Malaysia,” kata Kanit III Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kompol Drago di Bareskrim Polri.

Dalam penangkapan itu, polisi juga turut menyita dua ponsel, beberapa pecahan mata uang rupiah, dolar Singapura, ringgit, dan tiga rangkap tulisan catatan yang diduga rekapan narkotika.

“Dari keterangan tersangka dan saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan, bahwa diduga ada keterlibatan dari Pak Basri ini selaku koordinator di tempat hiburan malam tersebut yang diduga mengedarkan narkotika di P1, P2, dan P3,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, jumlah ekstasi yang diduga diedarkan di THM Planet Batam mencapai 40.000 butir setiap bulan. Jumlah tersebut disebut masih dapat meningkat ketika jumlah pengunjung THM sedang berada pada kapasitas maksimal.

Dalam perkara ini, Basri diduga terlibat dalam pemufakatan untuk menawarkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dengan berat lebih dari 5 gram. Ia juga diduga terlibat dalam kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, maupun penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram.

Dugaan tersebut juga mencakup penyaluran narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Perkara Basri berkaitan dengan Laporan Polisi Nomor LP/A/172/VIII/2026/SPKT.Dittipidnarkoba/Bareskrim Polri tertanggal 10 Agustus 2026.

Selain memburu Basri, penyidik Bareskrim Polri menelusuri dan memasang garis polisi pada sejumlah aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal narkotika.

Sejumlah kendaraan mewah milik Basri telah dipasangi garis polisi. Kendaraan tersebut antara lain Mitsubishi Pajero Sport, Jeep Rubicon, Hummer, Jeep Wrangler, Toyota Fortuner, hingga Toyota Land Cruiser.

Polisi juga memasang garis polisi pada dua unit kapal. Tidak hanya kendaraan, penyidik turut mengamankan sejumlah aset tidak bergerak yang diduga berkaitan dengan Basri.

Aset tersebut berupa sejumlah rumah di beberapa kawasan perumahan di Kota Batam, ruko di Botania II, serta empat unit apartemen di Pollux Habibie Meisterstadt. Selain itu, terdapat restoran di kawasan Punggur dan sejumlah properti lainnya.

"Sejumlah aset milik Basri yang sudah dilakukan police line oleh petugas, selanjutnya akan dilakukan penyitaan terkait TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan TPA (Tindak Pidana Asal) narkotika yang dilakukan oleh tersangka Basri," jelasnya.

Pilih pendapatmu soal penelusuran aset kasus narkotika

Perlukah aset terkait perkara narkotika ditelusuri?

See More
Perlu ditelusuri
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Tidak perlu ditelusuri

Curated For You

Editorial Team

Related Article