Kecelakaan Maut Bus dan Truk di Brasil Tewaskan 23 Orang

- Tabrakan bus dan truk di BR-373, Parana, Brasil selatan, Rabu (19/8/2026), menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai lima lainnya.
- Truk kosong diduga berpindah ke jalur berlawanan lalu menghantam bus Dinas Kesehatan Imbituva yang membawa pasien serta pendamping menuju rumah sakit di Curitiba.
- BR-373 ditutup total untuk evakuasi dan penyelidikan; Parana menetapkan tiga hari berkabung, sementara Imbituva mengumumkan dua hari masa berkabung daerah.
Jakarta, IDN Times - Tabrakan antara bus dan truk terjadi di jalan raya BR-373, Parana, Brasil bagian selatan, pada Rabu (19/8/2026). Insiden lalu lintas ini menyebabkan sedikitnya 23 orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.
Pemerintah daerah setempat bersama Kepolisian Jalan Raya Federal Brasil segera menerjunkan personel untuk mengamankan lokasi kejadian serta mengevakuasi para korban. Koordinasi antarinstansi juga dilakukan guna menangani dampak darurat pascakecelakaan tersebut.
1. Truk berpindah lajur hingga menghantam bus
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat di kilometer 209 jalan raya BR-373 dekat Ipiranga. Sebuah truk pengangkut barang tanpa muatan mendadak berpindah ke jalur berlawanan dan menghantam bagian depan bus yang sedang melaju lurus.
Benturan tersebut menyebabkan bagian depan bus mengalami kerusakan berat. Petugas kepolisian yang berada di lokasi langsung mengumpulkan bukti awal untuk menyelidiki pemicu utama truk tersebut keluar dari lajurnya.
"Sebanyak 23 kematian telah dikonfirmasi dan sebagian besar korban merupakan penumpang bus," kata perwakilan Kepolisian Jalan Raya Federal Brasil, dilansir SBS News.
2. Bus mengangkut rombongan pasien dinas kesehatan
Bus yang mengalami kecelakaan merupakan kendaraan operasional milik Dinas Kesehatan Kotamadya Imbituva. Armada ini sedang mengangkut rombongan pasien beserta pendamping mereka menuju sejumlah rumah sakit di ibu kota negara bagian Curitiba.
Perjalanan medis sejauh 180 kilometer tersebut menyebabkan 21 penumpang dewasa, dua anak-anak, serta pengemudi truk meninggal dunia. Sementara itu, lima korban selamat dipindahkan ke rumah sakit di Ponta Grossa dengan tiga di antaranya dalam kondisi kritis.
"Ini merupakan hari yang sangat menyedihkan bagi seluruh masyarakat Parana," kata Gubernur Parana, Ratinho Junior, dilansir Al Jazeera.
3. Penutupan akses jalan raya dan penetapan masa berkabung
Pasca-insiden, pihak berwenang menutup total jalan raya BR-373 dari kedua arah guna mempermudah proses olah tempat kejadian perkara dan pembersihan material kendaraan. Jalur ini merupakan rute strategis yang menghubungkan kawasan selatan Brasil menuju kota Sao Paulo.
Para pengguna jalan diimbau menggunakan rute alternatif sampai seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan oleh tim gabungan di lapangan.
"Kami belum dapat memastikan estimasi waktu pembukaan kembali ruas jalan raya tersebut," kata pihak pengelola jalan Via Araucaria.
Menanggapi besarnya jumlah korban jiwa, pemerintah Parana menetapkan tiga hari masa berkabung resmi di seluruh wilayah negara bagian. Pemerintah Kotamadya Imbituva turut mengumumkan dua hari masa berkabung daerah sebagai tanda belasungkawa.




















