Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kasus Minyak Goreng Karsinogenik, 15 Orang di Taiwan Didakwa

Kasus Minyak Goreng Karsinogenik, 15 Orang di Taiwan Didakwa
Minyak goreng (Unsplash.com/Fulvio Ciccolo)
  • Kejaksaan Distrik Taichung mendakwa 15 orang dan empat perusahaan setelah minyak goreng nabati ditemukan mengandung benzopyrene, zat karsinogenik pemicu kanker.
  • Central Union diduga memakai kedelai rusak dari Brasil, melonggarkan standar bahan baku, lalu tetap berproduksi meski hasil uji minyak setengah jadi menunjukkan kadar benzopyrene abnormal.
  • Sebanyak 8.478 ton minyak tercemar didistribusikan ke tiga mitra dan memengaruhi lebih dari 13 ribu bisnis kuliner; enam eksekutif terancam tujuh tahun penjara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Distrik Taichung di Taiwan resmi mendakwa 15 orang dan empat perusahaan pada Selasa (18/8/2026). Langkah hukum tegas tersebut diambil setelah ditemukannya kandungan zat karsinogenik pemicu penyakit kanker pada produk minyak goreng nabati.

Kasus pencemaran bahan pangan ini memicu penarikan produk secara meluas di pasaran hingga menimbulkan perdebatan publik. Pemerintah setempat berjanji menindak tegas para pelaku demi menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

  1. 1. Central Union olah kedelai rusak dan langgar standar keamanan

    Berapa Kali Minyak Goreng Boleh Dipakai untuk Menggoreng Ulang?
    Ilustrasi minyak goreng (unsplash.com/Fulvio Ciccolo)

    Penyelidikan mengungkap bahwa Central Union mengimpor kedelai bermutu rendah dari Brasil yang mengalami kerusakan akibat paparan panas tinggi. Perusahaan sengaja melonggarkan batas toleransi kerusakan bahan baku dari 0,5 persen menjadi 5 persen tanpa pengawasan ketat.

    Pelonggaran standar baku tersebut memicu terbentuknya zat benzopyrene beracun pada minyak setengah jadi sejak Mei. Meski hasil pengujian laboratorium menunjukkan kadar abnormal, jajaran pimpinan perusahaan tidak menghentikan produksi maupun membenahi proses pengolahan.

    "Para pejabat tahu hasil tes benzopyrene abnormal pada minyak setengah jadi di bulan Mei, tetapi tidak mengambil tindakan tepat waktu," kata tim jaksa penuntut, dilansir Focus Taiwan.

  2. 2. Tiga perusahaan mitra edarkan minyak tercemar

    minyak goreng
    Ilustrasi minyak goreng (magnific.com)

    Central Union tercatat mendistribusikan 8.478 ton minyak terkontaminasi kepada Fwusow Industry, Formosa Oilseed, dan Taisun Enterprise. Tiga perusahaan mitra tersebut mengemas ulang dan mencampur minyak beracun tersebut sebelum menjualnya ke pasaran luas hingga memengaruhi lebih dari 13 ribu bisnis kuliner.

    Saat melaporkan kasus ini kepada otoritas pada akhir Juni, Central Union diduga sengaja merekayasa data jumlah barang. Perusahaan hanya melaporkan 522 ribu kilogram minyak tercemar, padahal volume sebenarnya di tangki penyimpanan mencapai 1,28 juta kilogram.

    "Tiga perusahaan mitra menyimpan niat jahat dan mengabaikan keselamatan pangan publik," kata tim jaksa penuntut.

  3. 3. Jaksa tuntut ancaman penjara dan sita keuntungan ilegal

    Foto: Pixabay (Ilustrasi seorang Jaksa Penuntut Umum)
    Foto: Pixabay (Ilustrasi seorang Jaksa Penuntut Umum)

    Kejaksaan Taichung resmi menjatuhkan dugaan pemalsuan, penipuan, dan pelanggaran undang-undang keselamatan pangan. Enam eksekutif utama kini terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun serta denda finansial maksimal 80 juta dolar Taiwan (Rp44,68 miliar).

    Selain ancaman kurungan penjara, jaksa mengajukan penyitaan dana sebesar 887,31 juta dolar Taiwan (Rp495,57 miliar) yang diperoleh dari hasil penjualan ilegal. Pemerintah juga melarang seluruh pabrik yang terlibat untuk beroperasi kembali sebelum lulus peninjauan keselamatan yang ketat.

    "Pemerintah Kota Taichung menghormati proses peradilan dan akan terus mendorong reformasi keselamatan pangan," kata Pemerintah Kota Taichung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More