Sementara jumlah warga yang mengungsi sudah mencapai 92.735 jiwa. Peningkatan jumlah pengungsi terjadi dengan bertambahnya gempa susulan berkekuatan besar. Sebelumnya, pengungsi mencapai 59.647 jiwa.
Duka Gempa NTT, Kemendikdasmen Ungkap 3 Murid dan 1 Guru Tewas

- Gempa magnitudo 7,7 di NTT menewaskan 75 orang, termasuk tiga murid dan satu guru; BNPB mencatat 907 korban luka.
- Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak, dengan 502 sekolah rusak berat di tujuh kabupaten, memengaruhi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga pendidik.
- Gempa susulan membuat pembelajaran dialihkan ke rumah dan pengungsian; jumlah pengungsi mencapai 92.735 jiwa, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.
Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengatakan, dari 75 korban meninggal dunia akibat gempa Nusa Tenggara Timur (NTT), tiga korban di antaranya masih murid sekolah. Selain itu, ada pula satu guru yang ditemukan dalam keadaan meninggal.
Adapun tingkat pendidikan yang ditangani Kemendikdasmen dimulai dari sekolah dasar hingga SMA.
"Dari 75 yang meninggal dunia, tiga di antaranya siswa dan satu guru yang meninggal. Gempa juga telah merusak puluhan ribu rumah dan menyebabkan 80 ribu orang mengungsi. Sebanyak 38 ribu pengungsi di antaranya merupakan warga sekolah," ungkap Atip ketika memberikan keterangan pers virtual pada Kamis (20/8/2026).
Ia menambahkan, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 berdampak kepada 1.378 satuan pendidikan. Sebanyak 502 sekolah di antaranya mengalami tingkat kerusakan berat di tujuh kabupaten.
"Ini berdampak kepada 177.678 murid dan 21. 166 guru dan tenaga pendidik," tutur dia.
Kerusakan juga terlihat di laboratorium, perpustakaan hingga rumah dinas guru. Ia menambahkan, lantaran gempa susulan masih terjadi maka para siswa pun diminta untuk belajar dari rumah.
"Pembelajaran sesuai dengan arahan Gubernur NTT dilakukan dari rumah dan di tempat pengungsian agar menghindari bangunan yang berpotensi melukai karena gempa susulan masih terus berlangsung," katanya.
Selain puluhan korban ditemukan meninggal, BNPB juga mencatat korban luka sudah mencapai 907 jiwa. Artinya, ada penambahan korban luka dibandingkan informasi yang disampaikan Rabu kemarin.
"Untuk hari ini, kami mendapatkan tambahan korban luka sembilan jiwa, yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan hari ini secara virtual.


















