Begal Pocong Meresahkan, Anggota DPR Minta Polisi Tingkatkan Patroli

- Anggota DPR Abdullah meminta Polda Metro Jaya meningkatkan patroli malam hingga pagi untuk mencegah aksi begal bermodus pocong yang meresahkan warga Jabodetabek.
- Wakil Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendukung pembentukan tim pemburu begal dan mengusulkan tindakan tegas, termasuk menembak di tempat bagi pelaku kejahatan jalanan.
- Polda Metro Jaya menegaskan siap menindak tegas pelaku begal pocong serta memperkuat patroli bersama Kodam Jaya dan Pemda demi menjaga keamanan masyarakat.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendorong Polda Metro Jaya agar meningkatkan patroli di jalan raya, khususnya pada malam hingga pagi hari, untuk mencegah maraknya aksi begal dengan modus pocong di seluruh wilayah Jabodetabek.
Hal ini disampaikan Abdullah menyikapi keresahan masyarakat terhadap aksi begal yang juga berkamuflase menjadi pocong hingga ramai di media sosial.
"Polda Metro Jaya harus meningkatkan patroli di jalan raya, khususnya pada malam hingga pagi hari, untuk mencegah maraknya aksi begal," kata Abdullah saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).
1. Polda Metro diminta tindak penyebar hoaks begal pocong

Anggota Fraksi PKB DPR RI itu juga mendorong kepolisian untuk menindak tegas mereka yang terbukti membuat dan menyebarkan informasi bohong (hoaks) terkait begal bermodus pocong ini.
Menurut Abdullah, informasi hoaks terkait begal pocong tidak hanya membuat kondisi keamanan di suatu wilayah menjadi tidak stabil, melainkan juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama mereka yang bekerja maupun berdagang pada malam hari.
"Pencegahan melalui peningkatan patroli dan upaya meminimalisir hoaks oleh kepolisian juga harus melibatkan partisipasi masyarakat," kata dia.
2. Sahroni usul begal ditembak di tempat

Wakil Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta kepolisian mengambil tindakan tegas untuk memberantas begal. Ia pun mengusulkan agar para pembegal langsung ditembak di tempat.
"Nah, ini juga menjadi concern ya, karena hal ini bukan di wilayah tertentu, misalnya di Makassar. Saya sudah menyampaikan itu ditindak untuk ditembak di tempat," kata Sahroni, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Sahroni turut mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk membentuk tim pemburu begal. Sebab, dapat memberikan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat.
"Nah, Polda Metro saat ini juga sedang, sudah membuat tim khusus untuk begal tersebut. Nah, tapi kan ada pihak-pihak nih yang melakukan perlawanan seolah-olah ini tidak baik. Ini baik sekali karena untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga di manapun berada," ujarnya.
3. Polda Metro akan tindak tegas pelaku begal pocong

Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imannuddin menegaskan, petugas tidak akan segan untuk menindak pelaku kejahatan begal pocong bila terbukti ada unsur pidana yang dilanggar.
Iman mengatakan, Polda Metro Jaya terus melakukan patroli baik itu patroli skala besar, sedang maupun skala kecil secara internal maupun lintas lembaga dengan melibatkan Kodam Jaya dan Pemerintah Daerah, demi menjaga situasi kemanan dan ketertiban di masyarakat.
"Apabila di dalam fenomena pocong ini terdapat dugaan tindak pidana, baik itu berupa pencurian ataupun mungkin melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam atau mungkin melakukan upaya-upaya atau tindak pidana yang lainnya, kami juga akan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu," kata dia.

















