Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menyetop sementara Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua yang memasok makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga di Kabupaten Jayapura, Papua. Keputusan itu diambil usai makanan yang dipasok menyebabkan ratusan warga mengalami keracunan.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, total korban yang mengalami keracunan mencapai 527 orang. Korban didominasi anak-anak dan orang tua. Gejala yang dialami meliputi sakit perut, mual, muntah, diare, demam, hingga badan lemas.
Kepala BGN, Sudaryono, mengakui peristiwa keracunan penerima MBG yang masih terjadi tak sejalan dengan tekadnya yang ingin menihilkan tragedi keracunan. Pucuk pimpinan badan yang juga politikus Partai Gerindra itu menyebut, insiden SPPG di Papua tengah ditelusuri oleh Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI (Purn) Trenggono.
"Saat ini Wakil Kepala BGN, Bapak (Purn) Mayjen Trenggono sedang berada di Jayapura. Beliau ke sana didampingi Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri (Ribka Haluk)," ungkap Sudaryono ketika memberikan keterangan di kantor BGN, Jumat (7/8/2026).
Kedatangan Trenggono dan Ribka Haluk ke Bumi Cendrawasih untuk menengok dan memastikan kondisi korban yang dirawat akibat keracunan MBG. Sudaryono menggarisbawahi akan ada sanksi yang tegas bagi SPPG yang menyebabkan tragedi keracunan berulang.
"Pasti dapurnya kami suspend, kemudian kami kirim tim untuk investigasi. Lalu, kami cek apa masalahnya. Sampel (makanan) akan dicek oleh dinas kesehatan. Kepala dapurnya pun kami copot untuk kami evaluasi," tutur dia.
