Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkap ada 950 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dicurigai tidak memenuhi syarat sanitasi dan higienis, namun masih beroperasi. Politikus Partai Gerindra itu tengah mempertimbangkan untuk mengumumkan ke publik 950 dapur tersebut pada pekan depan. Kemudian, ratusan dapur SPPG itu bakal ditutup.
"Ada 950 dapur yang kami curigai sampai dengan hari ini kemungkinan besar tidak layak sanitasi dan higienis. Kemungkinan akan kami umumkan di kemudian hari berapa (dapur yang tak layak sanitasi). Yang pasti akan kami tutup secara permanen, karena ini membahayakan keamanan, kesehatan dan nyawa dari penerima manfaat," ungkap Sudaryono ketika memberikan keterangan di kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Padahal, kata Sudaryono, sertifikat laik higienis dan sanitasi bukan sekedar persyaratan administratif. Itu merupakan syarat mutlak untuk menjamin keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maka, BGN memberikan tenggat waktu hingga Senin, 10 Agustus 2026 untuk melengkapi kelayakan tersebut.
"SLHS ini bukan syarat administrasi, ini syarat mutlak. Manakala dapur itu tidak layak secara higienis dan sanitasi, maka harus disuspend permanen. Kami tutup dapurnya permanen," katanya.
