Jakarta, IDN Times - Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal melakukan aksi bersih-bersih usai jadi sasaran operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Oktober 2026. Sebanyak lima orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Bima Setiawan, adik kandung mantan Kepala BNPB Suharyanto yang dijadikan tenaga ahli.
Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi, mengatakan, pihaknya bakal melaksanakan program konsolidasi internal selama 100 hari. Program tersebut fokus pada tiga agenda utama, yakni bersih, siaga, dan terhubung.
"Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan khususnya terkait tata kelola pengadaan, penggunaan anggaran dan pemeriksaan tanggung jawab. Penertiban mekanisme kerja juga diterapkan agar sistem di dalam BNPB menjadi lebih transparan dan akuntabel," ujar Kristomei dalam keterangan, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Kristomei memastikan, pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana akan terus berjalan optimal tanpa terhambat persoalan internal.
