Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta pembangunan nasional diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar perencanaan dan target pemerintah. Pesan itu disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) Nasional 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Pigai mengatakan, pembangunan harus menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, perlindungan pekerja, hingga akses layanan publik bagi penyandang disabilitas.
“Pembangunan memperoleh maknanya ketika masyarakat merasakan perubahan dalam kehidupan mereka. Anak dapat bersekolah, orang sakit memperoleh pelayanan kesehatan, pekerja mendapat perlindungan, penyandang disabilitas mengakses layanan publik secara mandiri, dan masyarakat hidup dalam lingkungan yang sehat. Di situlah hubungan antara pembangunan dan HAM menjadi nyata,” ujar Natalius Pigai.
