Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut Spanyol Tidak Bertindak usai Ceuta Diinvasi Imigran

2 min read
Trump Sebut Spanyol Tidak Bertindak usai Ceuta Diinvasi Imigran
ilustrasi bendera Spanyol (pexels.com/adrian-bradley)
  • Donald Trump menuding Spanyol pasif saat ribuan imigran ilegal memasuki Ceuta, serta menyebut Eropa menghadapi darurat migrasi yang dapat mengubah benua itu.
  • Pemerintah Spanyol membantah tudingan tersebut dengan menyatakan telah menambah polisi dan aparat keamanan, menyediakan 7.400 tempat penampungan, serta memulangkan imigran dewasa ke Maroko.
  • Pemerintah Ceuta menggugat pemerintah pusat ke Mahkamah Agung Spanyol, menilai penanganan pemulangan imigran tidak memadai setelah 30 hari kesempatan diberikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Selasa (20/10/2026), menuding bahwa pemerintah Spanyol tidak berbuat apa-apa setelah diinvasi imigran ilegal di Ceuta. Menurutnya, Spanyol menerima begitu saja ribuan imigran masuk ke negaranya. 

Pada awal September, Trump sudah mengkritik Spanyol usai insiden masuknya ribuan imigran Maroko di Ceuta. Ia berpendapat bahwa Spanyol sudah menjadi negara rusak dan tidak pernah melihat situasi krisis migrasi seperti di Ceuta. 

  1. 1. Sebut Eropa hadapi keadaan darurat imbas imigran ilegal

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)

    Trump mengatakan bahwa Eropa sudah mengalami darurat imigrasi saat ini. Ia menilai banyaknya imigran yang berbondong-bondong ke Eropa akan dapat menghancurkan benua tersebut. 

    “Dalam kasus Prancis, dan seluruh Eropa, mari kita lihat Spanyol, negara itu sudah diinvasi ribuan imigran. Namun, mereka menerima mereka. Eropa saat ini harus mengubah pandangannya. Jika tidak maka tidak akan ada Eropa yang kita kenal selama ini,” terangnya, dikutip dari EFE.

    Presiden sayap kanan itu menekankan bahwa imigran ilegal tersebut datang dari berbagai penjuru dunia. Terutama berasal dari negara-negara yang memiliki banyak masalah dalam negeri. 

  2. 2. Spanyol bantah pasifnya pemerintah tangani krisis migrasi di Ceuta

    ilustrasi bendera Spanyol
    ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/thurpont)

    Menteri Kebijakan Teritorial Spanyol, Angel Victor Torres membantah tuduhan pasifnya pemerintah pusat tangani krisis migrasi di Ceuta. Ia menekankan bahwa pemerintah Spanyol sudah mengerahkan penambahan personel polisi dan aparat keamanan untuk mengusir imigran ilegal. 

    Selain itu, dilansir Democrata, pemerintah mengklaim sudah menyediakan 7.400 tempat untuk menampung imigran. Namun, ia mengakui bahwa sejauh ini belum ada imigran anak yang dideportasi dari Ceuta dan hanya memulangkan imigran dewasa ke Maroko. 

  3. 3. Ceuta gugat Spanyol atas kepasifan dalam tangan krisis migrasi

    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol.
    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol. (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Bantahan ini disampaikan menyusul pengajuan gugatan hukum dari pemerintah Ceuta kepada pemerintah pusat di Mahkamah Agung Spanyol. Pemerintah lokal menganggap pemerintah pusat terlalu pasif dan tidak bertindak sebagaimana mestinya dalam proses pemulangan imigran ke Maroko. 

    Juru Bicara Pemerintah Ceuta, Alejandro Ramirez menyebut pemerintah Spanyol belum menyelesaikan masalah krisis migrasi selama 30 hari. Padahal, Ceuta setuju memberikan kesempatan pemerintah Spanyol mengusir atau memulangkan imigran sesuai prosedur perlindungan internasional dalam jangka waktu tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More