Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

CEK FAKTA: Prabowo Tak Mau Jadi Presiden Lagi Bila Program MBG Ditolak

CEK FAKTA: Prabowo Tak Mau Jadi Presiden Lagi Bila Program MBG Ditolak
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Unggahan di Facebook menyebut Prabowo akan berhenti jadi presiden jika rakyat menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun klaim ini ramai dibahas warganet tanpa bukti jelas.
  • Program MBG merupakan janji politik utama Prabowo dengan anggaran Rp88,15 triliun hingga Mei 2026, menyasar 63 juta penerima termasuk siswa, balita, dan ibu hamil.
  • Hasil penelusuran IDN Times memastikan tidak ada pernyataan resmi dari Prabowo atau Istana terkait ancaman mundur karena MBG ditolak; narasi tersebut dikategorikan hoaks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Beredar unggahan di media sosial Facebook yang menarasikan Presiden Prabowo Subianto akan berhenti menjadi seorang presiden, bila banyak rakyat tak setuju dengan program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Unggahan tersebut banyak menarik perhatian warganet. Hingga Minggu (7/6/2026) unggahan ini telah dikomentari sejumlah warganet, yang mayoritas menyambut baik dengan narasi itu.

"Prabowo ancam tidak akan mau jadi presiden lagi jika banyak rakyat yang tidak setuju MBG lanjut," demikian bunyi narasi yang disebar di Facebook.

Lantas benarkah demikian? Berikut penelurusan IDN Times untuk mencari fakta dan kebenaran narasi tersebut.

1. MBG merupakan program unggulan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta pada Selasa (2/6/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Benar, program MBG merupakan salah satu janji politik Presiden Prabowo pada Pemilu 2024. Program MBG secara resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025. Program ini menyasar anak sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.

Program MBG menelan anggaran jumbo dan menuai kritik dari publik karena dinilai membebani APBN. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026 mencapai Rp88,15 triliun naik 17,53 persen dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp75 triliun.

”Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis sampai sekarang sudah mencapai Rp88,15 triliun untuk 63,13 juta penerima dan 29.679 SPPG,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan, realisasi anggaran MBG meningkat dibanding awal tahun yang tercatat sebesar Rp19,55 triliun pada Januari 2026. Kemudian naik menjadi Rp38,97 triliun pada Februari, Rp55,54 triliun pada Maret, Rp75 triliun pada April, dan mencapai Rp88,15 triliun pada Mei 2026.

Secara rinci dari total jumlah penerima MBG hingga Mei sebesar 48,9 juta di antaranya merupakan siswa, sementara 14,3 juta di antaranya merupakan nonsiswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Adapun jumlah penerima manfaat bertambah dari 39,7 juta orang pada Oktober tahun lalu menjadi 63,13 juta orang pada Mei 2026. Di saat yang sama, jumlah SPPG meningkat dari 2.591 unit menjadi 29.670 unit.

2. Prabowo sempat berseloroh tak mau maju Pilpres 2029 bila tak berprestasi

Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali. (Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 di Tabanan, Bali. (Youtube Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (25/2/2025) memang sempat menyatakan, enggan kembali bertarung pada Pilpres 2029 apabila pada tahun keempatnya memimpin tak punya prestasi apapun. Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Kongres ke-VI Partai Demokrat.

"Tapi saya katakan, kalau tahun keempat saya mengabdi, dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju lagi di tahun 2029," kata dia.

Prabowo mengaku malu kepada rakyat Indonesia apabila maju kembali menjadi Capres 2029 tanpa prestasi. "Malu saya sama rakyat Indonesia, untuk apa kalau tidak mampu, lebih baik saya hormat," kata Prabowo.

Oleh sebab itu, Prabowo meminta Demokrat untuk mengoreksinya di pemerintahan, apabila sudah ada tanda-tanda tidak setia kepada rakyat Indonesia.

"Saya katakan di sini, begitu saudara merasakan begitu saudara melihat tanda-tanda Prabowo Subianto tidak setia kepada rakyat Indonesia, pada saat itulah saya minta saudara koreksi saya, kalau perlu tidak usah sukseskan saya," ujar Prabowo.

3. Hoaks Prabowo ancam tak mau jadi presiden

Prabowo-MBG
Presiden Prabowo Subianto saat saat meninjau SPPG di Palmerah, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026. (Setkab.go.id)

Kesimpulan dari penelusuran tim cek fakta IDN Times, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Istana maupun Gerindra tentang Prabowo enggan kembali maju pilpres bila program MBG ditolak rakyat.

Artinya, narasi yang mengklaim Prabowo mengancam tidak mau menjadi presiden lagi jika banyak rakyat tidak setuju program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan, merupakan narasi hoaks.

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ada bukti Presiden Prabowo pernah menyampaikan pernyataan tersebut. Narasi itu termasuk kategori konten palsu (fabricated content). IDN Times mengajak semua pihak untuk tidak menyebar konten-konten hoaks.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More