Jakarta, IDN Times - Direktur Kebijakan Publik dan Fiskal Celios, Media Wahyudi Askar, melayangkan surat ke Russell Group untuk mengingatkan potensi risiko pembangunan kampus baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Russell Group merupakan gabungan dari 24 universitas di Inggris. Kampus-kampus prestisius yang tergabung di dalam Russell Group antara lain Oxford, Cambridge, University of Manchester hingga London School of Economics and Political Science (LSE).
Surat itu dilayangkan lantaran pihaknya dihubungi oleh perwakilan Russell Group.
"Mereka dihubungi oleh Pemerintah Indonesia yang meminta dukungan pengajar untuk 10 Universitas Republik Indonesia (URI) yang akan dibangun selama dua tahun," kata Media di dalam akun media sosialnya dan dikutip pada Sabtu (25/7/2026).
IDN Times sempat menanyakan kapan pertanyaan itu disampaikan oleh Russell Group ke dirinya. Dia mengatakan, Russell Group menghubunginya pada Januari 2026.
"(Dihubungi) pada Januari 2026 setelah kunjungan (Presiden) ke London," kata Media lewat pesan pendek.
Mengutip situs resmi Presiden, Prabowo Subianto diketahui melakukan kunjungan ke Inggris pada Januari lalu. Salah satu acara yang ikut dihadiri oleh Prabowo, yakni UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London.
Prabowo ketika itu mengundang perguruan tinggi terkemuka di Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. Belakangan diketahui 10 kampus baru itu merupakan bagian dari pengembangan URI.
