Jakarta, IDN Times - Direktur Ekonomi Digital di lembaga kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengkritik pidato Prabowo dengan menyebutnya berlebihan dalam memaparkan capaian pemerintah. Kritik tersebut ia sampaikan dalam acara Ngobrol Seru by IDN Times dengan topik "Mengulik Pidato Tahunan Presiden Prabowo, RUU APBN dan Nota Keuangan" pada Jumat (14/8/26).
Nailul menyebutkan, Prabowo berlebihan mengklaim capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui sorotan tentang keberhasilan program, akan tetapi kurang terbuka pada catatan dan persoalan yang masih terjadi pada publik.
Pada pidatonya mengenai pertumbuhan ekonomi, Prabowo hanya menyampaikan hasil data yang diperoleh pada triwulan I yang mencapai 5,61 pada tahun 2026, sementara hasil data triwulan II sama sekali tidak disampaikan yang pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II mengalami perlambatan. Pembaruan mengenai data tersebut tidak disampaikan kepada publik.
"Tentu ini harus dibuka juga kan ke publik, bahwa Presiden tuh harus juga meng-update ya, istilahnya memberikan data yang aktual ketika mereka menyampaikan pidato," ungkap Nailul.
Nailul menyorot klaim terkait swasembada pangan. Nailul mengakui bahwa Indonesia sudah swasembada beras. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa harga beras masih tinggi, dan beberapa masyarakat masih kesulitan dalam mendapatkan beras.
"Karena gini, ternyata ketika beliau klaim swasembada pangan khususnya beras, harga beras sendiri tuh masih tinggi. Pun kalau enggak tinggi, itu masih susah dicari di lapangan untuk yang beras tertentu ya," ujarnya.
Nailul juga menyoroti pidato Prabowo yang menyebut program MBG sudah berhasil mencapai target puluhan juta, dengan membawa satu anak sebagai bukti keberhasilannya. Nailul menilai, pemerintah seharusnya tidak hanya menampilkan capaian program, tetapi juga menyampaikan persoalan yang masih terjadi, seperti kasus keracunan dan distribusi MBG yang dinilai masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
"Makanya memang ini kalau lihat pidatonya itu memang pidato yang menurut saya sih overclaim ya terkait dengan apa yang disampaikan, walaupun ada beberapa yang benar gitu," ungkap Nailul.