Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Soal Pagar Tinggi di Mal, DPR: Tak Ada Kenaikan Ancaman Keamanan Nasional

Soal Pagar Tinggi di Mal, DPR: Tak Ada Kenaikan Ancaman Keamanan Nasional
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan pemagaran mal di Jakarta bukan tanda ancaman keamanan nasional meningkat menjelang HUT ke-81 RI.
  • Dave mengimbau publik tidak berspekulasi dan hanya mengacu pada informasi resmi, sementara pengelola gedung dinilai menerapkan pengamanan sesuai SOP serta penilaian risiko.
  • Gubernur Pramono Anung dan Polda Metro Jaya memastikan Jakarta kondusif; aparat berkoordinasi, memantau ajakan aksi, serta menyiapkan mitigasi terhadap potensi gangguan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menegaskan, tidak ada peningkatan ancaman terhadap ketahanan maupun keamanan nasional menjelang peringatan Hari ke-81 Kemerdekaan RI.

Pernyataan ini disampaikan Dave menyikapi adanya pemagaran di pusat perbelanjaan di Jakarta hingga memunculkan spekulasi meningkatnya ancaman keamanan nasional.

Dave mengingatkan, setiap dugaan sebaiknya disikapi secara proporsional dan berlandaskan fakta, bukan spekulasi yang justru dapat memicu kekhawatiran yang tidak berdasar.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang," kata Dave saat dihubungi, Minggu (2/8/2026).

1. Pemagaran mal bukan berarti ancaman keamanan nasional meningkat

IMG-20250705-WA0137.jpg
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono (IDN Times/Aryodamar)

Politikus Golkar itu menghormati langkah masing-masing pengelola gedung dalam menerapkan standar pengamanan sesuai kebutuhan operasional (SOP) dan hasil penilaian risiko di lingkungannya. Akan tetapi, kebijakan tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai adanya indikasi memburuknya situasi keamanan nasional.

Dave mengingatkan, stabilitas nasional merupakan tanggung jawab bersama, dan kepercayaan publik akan semakin kuat apabila seluruh pihak mengedepankan informasi yang benar, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Dave mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Menurut dia, ruang publik perlu dijaga dari beredarnya informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi," kata Legislator Fraksi Golkar itu.

2. Pramono tegaskan situasi di Jakarta kondusif

Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026).
Gubernur Pramono Anung cek Kawasan Peternakan di Ciangir Banten, Jumat (31/7/2026). (Dok. Pemprov DKI)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kondisi keamanan di Ibu Kota tetap kondusif. Ia pun mengimbau masyarakat dan pengelola pusat perbelanjaan tidak perlu menunjukkan kekhawatiran berlebihan terhadap situasi keamanan.

Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan aparat keamanan, untuk menjaga stabilitas dan kenyamanan di Jakarta.

"Saya sebagai gubernur Jakarta, koordinasi dengan TNI, Polri, aparat penegak hukum lainnya, kami akan menjaga Jakarta. Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada, untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," kata Pramono di kawasan Blok M Festival, Jumat (31/7/2026).

Politikus PDI-P itu menegaskan, kekhawatiran yang berlebihan justru tidak baik. Ia bahkan mengaku mengamati pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal sebagai bentuk kekhawatiran tersebut.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati, mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya, pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali. Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," kata dia.

3. Polda Metro jamin situasi di Jakarta aman

Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan, hingga saat ini situasi kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman dan terkendali, menyusul heboh gedung-gedung dan mal mendadak memasang pagar tinggi, Jumat (31/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) masih aman dan terkendali.

“Perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih bisa dapat dikendalikan,” kata Budi di Polda Metro, di Polda Metro, Jumat (31/7/2026).

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya juga belum menerima surat pemberitahuan rencana aksi atau demonstrasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Namun, Polda Metro melalui Direktorat Reserse Siber terus melakukan pemantauan konten-konten atau ajakan aksi pada Agustus.

“Kita akan melihat flyer-flyer atau pun ajakan-ajakan, ini hanya sekadar lempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi,” ujar dia.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi telah membentuk Tim Preventive Strike yang terdiri dari direktorat operasional yang ada di Polda Metro Jaya.

“Jadi sudah melakukan mitigasi awal apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur,” kata Budi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More