Usai Pernyataan Prabowo, Kemlu: RI Siap Dorong Dialog Dua Korea

- Kemlu RI menegaskan kesiapan mengintensifkan diplomasi untuk mendorong dialog, kerja sama, serta perdamaian di Semenanjung Korea yang dipandang strategis bagi stabilitas kawasan.
- Indonesia memiliki hubungan dan kerja sama baik dengan Korea Selatan serta Korea Utara, didukung kunjungan Menlu RI ke Pyongyang pada 2025 dan Presiden RI ke Seoul pada 2026.
- Presiden Prabowo menyatakan siap mengunjungi Korea Utara atas permintaan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk membantu membuka dialog, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan Indonesia siap mengintensifkan diplomasi untuk mendorong dialog dan kerja sama di Semenanjung Korea. Pernyataan itu disampaikan menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku diminta Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk berkunjung ke Korea Utara (Korut) guna membuka dialog.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia memandang stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea sebagai kepentingan strategis bagi kawasan.
Karena itu, Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan situasi di Semenanjung Korea dan secara konsisten mendorong terciptanya perdamaian melalui pembangunan kepercayaan dan keyakinan strategis dengan seluruh pihak terkait.
Menurut Yvonne, kesiapan Indonesia untuk terus berperan dalam mendorong dialog merupakan bagian dari komitmen diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan.
1. Indonesia jalin hubungan baik dengan dua Korea

Yvonne mengatakan Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan Republik Korea (Korea Selatan) maupun Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara).
“Indonesia memiliki hubungan dan kerja sama yang baik, baik dengan Republik Korea maupun Republik Rakyat Demokratik Korea, dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan,” ujar Yvonne kepada IDN Times dalam pesan singkat, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, kedekatan hubungan tersebut tercermin dari sejumlah kunjungan tingkat tinggi yang dilakukan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.
“Kedekatan hubungan ini tercermin antara lain melalui kunjungan Menteri Luar Negeri RI ke Pyongyang pada Oktober 2025, serta kunjungan Presiden RI ke Seoul pada April 2026,” katanya.
Menurut Kemlu, hubungan baik dengan kedua negara menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus mendorong terciptanya dialog di Semenanjung Korea.
2. Siap intensifkan diplomasi

Yvonne menegaskan Indonesia siap terus mengambil peran diplomatik dalam mendukung perdamaian di kawasan.
“Dalam semangat tersebut, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terus mengintensifkan diplomasi guna memajukan dialog dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas serta meningkatkan kemakmuran di kawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pernyataan Presiden Prabowo mengenai kesediaannya mengunjungi Pyongyang menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya tersebut.
“Pernyataan kesiapan Presiden RI untuk berkunjung ke Pyongyang mencerminkan keseriusan komitmen beliau dalam mendukung upaya-upaya tersebut,” kata Yvonne.
Kemlu menegaskan Indonesia akan terus mengedepankan pendekatan dialog dan diplomasi dalam mendukung terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea.
3. Prabowo siap penuhi permintaan Presiden Korea Selatan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memintanya berkunjung ke Korea Utara untuk membantu membuka dialog.
Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta asosiasi pengusaha di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Prabowo mengatakan dirinya menyambut baik permintaan tersebut.
“Presiden Korsel minta kepada saya, ‘bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara, untuk membuka semacam dialog’. Oh saya bilang, ‘dengan hormat, dengan rela kalau Yang Mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat’,” ujar Prabowo.
Presiden juga menegaskan politik luar negeri Indonesia selama ini mengedepankan hubungan baik dengan semua negara tanpa mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Menurutnya, sikap tersebut membuat Indonesia diterima oleh berbagai pihak dan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam upaya dialog di berbagai kawasan, termasuk di Semenanjung Korea.


















