Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkes: Indonesia Masuk Lima Negara Terbaik Tangani Pandemik COVID-19

Menkes: Indonesia Masuk Lima Negara Terbaik Tangani Pandemik COVID-19
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan paparan di Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU RAPBN 2023 pada Selasa (16/8/2022). (youtube.com/Ministry of Finance Republic of Indonesia)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, Indonesia masuk ke dalam lima negara terbaik yang menangani pandemik COVID-19.

Hal itu disampaikan Budi dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2023, Selasa (16/8/2022) sore.

Menurut Budi, keberhasilan tersebut salah satunya dilihat dari turunnya anggaran kesehatan di Tanah Air yang lebih baik jika dibandingkan negara lain saat pandemik COVID-19.

"Anggaran sektor kesehatan kita naik, kemudian turun. Saya lihat ini malah keberhasilan bangsa Indonesia dibandingkan negara lain yang luar biasa tinggi. Kita itu relatif naik dari Rp113 triliun ke Rp300 triliun, tetapi naiknya kita jauh di bawah negara lain. Kita juga masuk dalam negara lima terbaik yang menangani pandemik," kata Budi.

1. Anggaran kesehatan rutin tidak terganggu

ANTARA FOTO/Fauzan
ANTARA FOTO/Fauzan

Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan juga efisien dalam menggunakan dana kesehatan.

Dengan demikian, hal tersebut pun bisa menjaga pengeluaran anggaran kesehatan rutin menjadi tidak terganggu.

"Kita masih bisa tumbuh dan efisien," katanya.

2. Anggaran kesehatan tahun 2022 turun

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan paparan di Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU RAPBN 2023 pada Selasa (16/8/2022). (youtube.com/Ministry of Finance Republic of Indonesia)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat memberikan paparan di Konferensi Pers: Nota Keuangan & RUU RAPBN 2023 pada Selasa (16/8/2022). (youtube.com/Ministry of Finance Republic of Indonesia)

Budi mengatakan, anggaran kesehatan pada 2021 mencapai Rp98 triliun. Namun pada tahun 2022, anggarannya turun menjadi Rp88 triliun.

Meskipun demikian, kata dia, penurunan tersebut bukan dikarenakan adanya anggaran untuk vaksinasi.

"Kemenkes di anggaran kesehatan 2021 Rp98 triliun, tapi 2022 hidup dengan Rp88 triliun. Saya bilang bukan turun, karena ada anggaran bekas vaksinasi dan anggaran yang kita sinergikan dengan pemda dan kementerian lain," katanya.

3. Duplikasi anggaran bisa digunakan lebih efisien

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Menurut Budi, pandemik COVID-19 yang melanda Tanah Air telah mengajari banyak hal. Salah satunya duplikasi anggaran yang bisa digunakan lebih efisien.

"Pemda itu ada aturan 10 persen anggaran untuk kesehatan. Misalnya ada APBD Rp1.400 triliun, maka ada Rp140 triliun kita sinergikan salah satunya," ucap dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More

Melihat Isi Pertemuan Tertutup Prabowo dengan 2.600 Rektor dan Dekan

26 Jun 2026, 20:19 WIBNews