Jakarta Zona Merah Judi Online, Empat Besar Jumlah Pemain Terbanyak

- PPATK menetapkan Jakarta sebagai zona merah judi online, dengan Jakarta Barat dan Jakarta Timur menempati posisi kedua dan ketiga nasional dalam jumlah pemain serta total deposit mencapai lebih dari Rp1 triliun.
- Cengkareng tercatat sebagai kecamatan dengan pemain judi online terbanyak di Jakarta, disusul Cakung, Tanjung Priok, dan Kebayoran Lama yang juga menunjukkan aktivitas tinggi.
- Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyebut tahun 2025 sebagai tonggak bersejarah karena Indonesia berhasil menekan transaksi judi online secara signifikan untuk pertama kalinya.
Jakarta, IDN Times – Wilayah Jakarta masuk dalam zona merah judi online, yakni empat besar daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Indonesia.
Laporan PPATK menyebut Jakarta Barat menempati posisi kedua secara nasional dengan 89.320 pemain dan total deposit mencapai Rp600,6 miliar.
"Sementara Jakarta Timur berada di posisi ketiga dengan 81.750 pemain dengan total deposit sebesar Rp425,9 miliar," tulis PPATK dalam media sosial resmi, Kamis (25/6/2026)
1. Empat wilayah terbanyak dari Jakarta

Secara nasional, Kabupaten Bogor berada di posisi pertama dengan 103.092 pemain dan deposit Rp414,4 miliar, disusul Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kota Bandung di posisi keempat dengan 80.549 pemain serta deposit Rp341,7 miliar.
PPATK juga mencatat, dari 10 wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, sebanyak empat wilayah berasal dari DKI Jakarta, empat dari Jawa Barat, dan dua dari Banten.
2. Pemain judi online terbanyak di Cengkareng

Tak hanya pada level kota, pemetaan hingga tingkat kecamatan juga menunjukkan konsentrasi pemain judi online yang tinggi di sejumlah titik Jakarta. Cengkareng tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pemain terbanyak, yakni 21.497 pemain.
Setelah Cengkareng, wilayah dengan jumlah pemain tinggi lainnya adalah Cakung sebanyak 14.664 pemain, Tanjung Priok sebanyak 13.769 pemain, serta Kebayoran Lama dengan 9.948 pemain.
3. PPATK berhasil tekan judi online pada 2025

PPATK juga pernah mengklaim Indonesia berhasil menekan transaksi judi online sepanjang 2025. Penurunan tersebut disebut sebagai capaian bersejarah karena untuk pertama kalinya aktivitas judi online dapat ditekan secara signifikan dalam satu tahun berjalan.
Hal itu disampaikan Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Meski menyebut adanya penurunan, Ivan tidak memaparkan secara rinci angka transaksi judi online dalam forum tersebut.
Ivan mengatakan, 2025 menjadi tonggak baru dalam upaya pemberantasan judi online di Indonesia. Menurut dia, sepanjang tahun tersebut terjadi penurunan transaksi yang belum pernah tercapai sebelumnya.
"Tahun 2025 adalah sejarah baru dan baru pertama kalinya Indonesia berhasil menekan transaksi terkait dengan judi online," ujar Ivan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap maraknya praktik judi online yang selama beberapa tahun terakhir mendominasi laporan transaksi keuangan mencurigakan di Indonesia.















