Comscore Tracker

[UPDATE] Tambah 700 Orang, Total Kasus Positif COVID-19 Capai 26.473

Jelang #NewNormal penularan masih terjadi di masyarakat

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto, mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 700 sehingga total kasus menjadi 26.473 kasus.

Data ini terhitung sejak 30 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 31 Mei 2020 pukul 12.00 WIB. 

"Ini menunjukkan proses penularan masih terjadi harus betul-betul lebih berdispllin untuk mematuhi seluruh anjuran pemerintah, mengaktifkan kembali cara-cara hidup dengan kenormalan yang baru," ujarnya dalam siaran langsung di TVRI, Minggu (31/5).

1. Virus ini masih berada di tengah masyarakat

[UPDATE] Tambah 700 Orang, Total Kasus Positif COVID-19 Capai 26.473Dok.IDN Times/Istimewa

Yuri mengungkapkan penyakit yang membawa virus ini berada di tengah masyarakat, sehingga masyarakat hati-hati agar tidak tertular dengan jaga jarak secara fisik, gunakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun.

"Syarat yang paling penting menjaga jarak penting dari kerumunan atur kegiatan-kegiatan sosial agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan, karena itu inilah yang kemudian menjadi salah satu yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," imbaunya.

Baca Juga: [LINIMASA-2] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

2. Jokowi memerintahkan agar klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

[UPDATE] Tambah 700 Orang, Total Kasus Positif COVID-19 Capai 26.473ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia, Presiden Joko "Jokowi" Widodo memerintahkan agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itulah perluasan wabah COVID-19 terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, Senin (4/5).

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 6 juta orang

[UPDATE] Tambah 700 Orang, Total Kasus Positif COVID-19 Capai 26.473Relaksasi pembatasan akibat virus corona membuat warga ke luar rumah saat libur panjang Memorial Day di Ocean City, Maryland, Amerika Serikat, pada 23 Mei 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque

Laman World O Meter menghitung setidaknya 6.148.226 juta orang di seluruh dunia positif terjangkit virus corona hingga Minggu (31/5) pukul 06.00 WIB. Kasus tertinggi berada di Amerika Serikat dengan total 1.815.430 6.148.226 .

Berdasarkan catatan laman World O Meter, total kasus kematian akibat COVID-19 mencapai 370.472 kasus. Sedangkan, kasus sembuh mencapai 2.727.422.

Dari laman yang sama, tercatat kasus yang terinfeksi saat ini berdasarkan catatan kasus aktif mencapai 3.050.332 kasus. Dua persen di antaranya berada di fase serius atau kritis, yaitu sebanyak 53.323 kasus.

4. Gejala dan cara pencegahan virus corona

[UPDATE] Tambah 700 Orang, Total Kasus Positif COVID-19 Capai 26.473Dok.IDN Times/Istimewa

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: Pertama Sejak PSBB DKI Persentase Sembuh COVID-19 Lampaui Pasien Rawat

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya