Janji Prabowo di Hari Buruh: Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk Jatim

- Presiden Prabowo Subianto berjanji akan menghadiri peresmian Museum Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh Indonesia.
- Janji tersebut disampaikan Prabowo saat peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monas, menjawab pengingat dari Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea di hadapan para buruh.
- Marsinah, aktivis buruh asal Nganjuk yang gugur pada 1993, telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2025 dan kini dikenang melalui pembangunan museum di kampung halamannya.
Jakarta, IDN Times - Presiden RI Prabowo Subianto berjanji akan menghadiri peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Janji ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).
“Saudara-saudara kita telah mengangkat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional,” kata dia.
Museum tersebut, kata Prabowo, akan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan buruh. “Dan bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah,” ucap Prabowo.
Pernyataan Prabowo seakan menjawab permintaan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, yang sebelumnya mengingatkan janji tersebut di hadapan para buruh yang hadir dalam tuntutannya. Ia berharap, peresmian museum bisa menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini.
“Kami mengingatkan kepada Bapak, Bapak punya janji untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah, simbol perjuangan buruh di Nganjuk, Jawa Timur. Semoga Bapak menyempatkan di rangkaian May Day ini untuk meresmikan Museum Ibu Marsinah simbol perjuangan kami semua,” ujar Andi Gani.
Marsinah sendiri dikenal sebagai aktivis buruh yang lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, pada 10 April 1969. Ia berasal dari keluarga petani sederhana sebelum bekerja sebagai buruh pabrik di Porong, Sidoarjo.
Namanya mencuat pada Mei 1993 saat menuntut kenaikan upah buruh di PT Catur Putra Surya (CPS). Namun, pada 5 Mei 1993 ia dilaporkan diculik, dan tiga hari kemudian ditemukan meninggal dunia dengan tanda-tanda penyiksaan.
Pada 10 November 2025, pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Rencana pembangunan Museum Marsinah di kampung halamannya menjadi bagian dari upaya mengenang dan menghormati perjuangannya.












