Jakarta, IDN Times - Ketua dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal meminta pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian hutan di Papua. Pria yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri itu mengingatkan pemerintahan Prabowo Subianto biaya mahal yang harus dibaya bila deforestasi dibiarkan terjadi di Bumi Cendrawasih.
"Jika kita melakukan penebangan hutan di Papua, simpanan di bidang industri, transportasi dan energi akan hilang. Deforestasi Papua sangat berbahaya secara ekonomis, sosial dan melepas lebih banyak gas emisi ke udara," ungkap Dino dalam Bahasa Inggris ketika membuka acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026 di Balai Kartini, Jakarta Pusat pada Sabtu (1/8/2026).
"Jangan biarkan hal itu terjadi (deforestasi di Papua)," imbuhnya.
Hutan di Papua yang dirujuk Dino berlokasi di Wanam untuk dialihkan menjadi proyek lumbung pangan (food estate). Pemerintah siap melepas 451 ribu hektare kawasan hutan di Papua untuk mewujudkan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.
Selain hutan di Papua, Dino turut meminta Prabowo agar juga melindungi keberadaan hutan mangrove dan kawasan hutan gambut. Ia ikut menyinggung capaian penting di era kepemimpinan Presiden ke-7, Joko "Jokowi" Widodo yang mengklaim deforestasi mengalami penurunan hingga 85 persen.
"Lindungi hutan, kawasan gambut, dan hutan mangrove kita. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, berhasil menurunkan deforestasi hingga 85 persen. Itu diakui oleh dunia internasional. Kita harus pertahankan momentum itu," tutur dia.
Meskipun klaim itu dibantah oleh kelompok masyarakat sipil seperti Greenpeace Indonesia. Dalam catatan mereka, di bawah kepemimpinan Jokowi, tingkat pembabatan hutan meningkat 2,45 juta hektare pada periode 2003 hingga 2011.
