Jakarta, IDN Times - Demokrasi Indonesia tengah menghadapi persoalan serius. Budayawan Eros Djarot melihat politik semakin ditentukan oleh kekuatan uang dan kekuasaan, sementara suara masyarakat semakin kehilangan ruang untuk memengaruhi arah politik dan pemerintahan.
Menurut Eros, kondisi tersebut membuat demokrasi tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Kekuasaan politik, menurut dia, semakin mudah dipengaruhi oleh kelompok yang memiliki sumber daya ekonomi dan akses terhadap pusat kekuasaan.
“Uang dan kekuasaan itu sekarang menentukan politik kita,” kata Eros dalam program Real Talk with Uni Lubis di IDN Times, Rabu (2/9/2026).
Eros bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai akhir demokrasipOLI. Ia menilai persoalan demokrasi tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya pemilu, tetapi juga bagaimana kekuasaan dijalankan setelah pemimpin terpilih.
Menurut dia, demokrasi akan kehilangan makna apabila masyarakat hanya dilibatkan ketika memberikan suara dalam pemilu, sementara keputusan politik setelahnya lebih banyak ditentukan oleh elite dan kelompok yang memiliki kekuatan ekonomi.
