"Itu memang ajudan resmi dan bertugas menjaga keselamatan saya," imbuhnya.
Lanal Denpasar Dalami Prajurit TNI AL yang Hadir di Miss Equality 2026

- Lanal Denpasar mendalami video prajurit TNI AL berseragam dinas di Miss Equality World 2026 Bangkok; TNI AL menyatakan pelanggaran akan ditindak sesuai hukum dan disiplin militer.
- Anggota DPD Arya Wedakarna menyebut prajurit tersebut adalah ajudan resmi BKO yang mendampinginya bersama satu ajudan lain, dengan penggunaan seragam dinas mempertimbangkan faktor keamanan.
- Arya mengatakan hadir sebagai tokoh Hindu dan pariwisata Bali untuk menerima penghargaan konsorsium pariwisata, bukan sebagai senator, serta mengaku tidak berpidato atau memberi dukungan terbuka.
Jakarta, IDN Times - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa merespons video di media sosial yang memperlihatkan keberadaan personel TNI AL di acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand pada akhir Agustus 2026 lalu. Ia menyebut, keberadaan personel TNI AL di tempat itu dengan pakaian dinas harian (PDH) dianggap melanggar norma dan aturan.
"TNI AL menyampaikan bahwa saat ini Lanal Denpasar bersama pihak-pihak terkait sedang melaksanakan pendalaman terhadap informasi tersebut," ungkap Ary kepada IDN Times lewat pesan pendek, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran prajurit TNI AL itu menjadi sorotan publik lantaran Miss Equality World 2026 merupakan ajang kontes kecantikan untuk memilih perempuan tercantik transgender. Hal itu menjadi tanda tanya khususnya setelah Presiden Prabowo Subianto merilis Perpres Nomor 111 Tahun 2025 tentang penyebaran budaya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer) sebagai ancaman non-militer.
"TNI AL berkomitmen menjaga integritas, profesionalisme dan kehormatan setiap prajurit serta mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, jati diri bangsa serta norma agama dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia," tutur dia.
1. Lanal Denpasar dalami satu prajurit terkait acara Miss Equality World 2026

Ilustrasi prajurit TNI AL yang bertugas di Lanal Melonguane, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara (Dokumentasi Koarmada 2 TNI AL) Lebih lanjut, kata Ary, bila dari hasil pendalaman ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh personel yang bersangkutan, maka TNI AL akan menindak tegas.
"Tindakan tegas yang kami berikan sesuai ketentuan hukum dan peraturan disiplin militer yang berlaku berdasarkan tingkat kesalahan yang terbukti," tutur dia.
2. Prajurit TNI AL yang ikut hadir merupakan ajudan Arya Wedakarna

Tokoh Bali dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna (tengah) ketika menerima penghargaan Star Light di acara Miss Equality di Bangkok, Thailand pada 30 Agustus 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna) Sementara, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024 hingga 2029, Arya Wedakarna menyebut, satu prajurit TNI AL yang mendampinginya ke acara Miss Equality World 2026 merupakan ajudannya. Ajudan tersebut, kata Arya, memang harus melekat ke dirinya.
Ia menjelaskan, perlu didampingi ajudan lantaran kondisi Thailand yang dinilai masih rawan. Apalagi Thailand terlibat perang terbuka dengan Kamboja. Selain itu, pada akhir Agustus 2026 terjadi insiden ledakan bom dan pembakaran yang di sengaja di Thailand bagian selatan.
"Ajudan saya kan memang melekat ke saya. Itu kan memang ajudan BKO (Bawah Kendali Operasi). Dan ada dua ajudan yang mendampingi saya. Mereka memang menggunakan pakaian dinas karena kan mempertimbangkan faktor keamanan ya. Apalagi Thailand masih terlibat perang terbuka dengan Kamboja dan sempat ada insiden peledakan," ujar Arya ketika dihubungi oleh IDN Times lewat telepon pada Rabu (2/9/2026).
3. Arya Wedakarna hadir di Miss Equality World 2026 untuk menerima penghargaan pariwisata

Tokoh Bali dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna ketika menerima penghargaan Star Light di acara Miss Equality di Bangkok, Thailand pada 30 Agustus 2026. (www.instagram.com/@aryawedakarna) Sebelumnya, Arya mengklarifikasi kehadirannya di acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand pada akhir Agustus lalu untuk menerima penghargaan dari konsorsium pariwisata. Ia pun berada di Negeri Gajah Putih selama tiga hari dan menghadiri berbagai kegiatan, termasuk final pemilihan Miss Equality World 2026 di MGI Hall. Tetapi, pria yang juga merupakan tokoh publik di Bali itu menggarisbawahi, ia tidak memberikan dukungan secara terbuka bagi Miss Equality World 2026.
"Even saya gak memberikan pidato kok. Saya hanya menerima penghargaan saja," ungkap Arya.
Ia menjelaskan, ada lima individu yang menerima penghargaan dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Arya turut membantah hadir di acara tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPD. "Kemarin itu saya diundang atas nama tokoh Hindu dan pariwisata Bali, bukan sebagai senator," katanya.
Kehadiran Arya di acara Miss Equality World 2026 menjadi sorotan publik di Tanah Air. Lantaran Miss Equality World 2026 merupakan ajang kontes kecantikan internasional untuk memilih perempuan transgender tercantik. Ajang kecantikan itu diikuti oleh peserta dari 15 negara, termasuk Indonesia. Kontestan asal Indonesia diwakili oleh Millen Cyrus.
Salah satu protes disampaikan oleh pemengaruh, Bobon Santoso. Ia mempertanyakan tujuan Arya hadir di ajang kecantikan tersebut. Bobon juga menyoroti prajurit TNI yang ikut mendampingi Arya.
"Bali memiliki begitu banyak persoalan dan aspirasi masyarakat yang menunggu diperjuangkan. Namun, yang terlihat justru kehadiran di panggung internasional Miss Equality World. Pertanyaan sederhana, jangan-jangan panggung internasional lebih menarik daripada persoalan di rumah sendiri?" tanya Bobon di akun media sosialnya yang dikutip pada hari ini.















