Fadli Zon: Restorasi Desa Adat Sade Butuh Anggaran Rp25-Rp30 Miliar

- Restorasi Desa Adat Sade setelah kebakaran diperkirakan membutuhkan anggaran Rp25 miliar hingga Rp30 miliar.
- Rekonstruksi mencakup 75 rumah adat, kios, masjid, dan kawasan dengan penataan jarak bangunan serta aliran listrik.
- Pemda NTB menyiapkan masterplan, pemulihan psikologi, dan penerbitan kembali dokumen kependudukan warga.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan, proses restorasi Desa Adat Sade, Rembitan di Kabupaten Lombok Tengah setelah kebakaran membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar hingga Rp30 miliar. Restorasi tersebut akan dilakukan untuk jumlah 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, dan area kawasan.
Kementerian Kebudayaan juga tengah mengkaji proses rekonstruksi Desa Adat Sade dengan lebih memerhatikan tatak letak bangunan. Fadli berharap, proses restorasi atau rekonstruksi Desa Adat Sade dapat dilakukan akhir tahun ini.
"Setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp25 sampai Rp30 miliar rupiah kalau tidak salah ya, dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area," kara Fadli dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
1. Jarak antar rumah adat akan ditinjau ulang

Menteri Kebudayaan Fadli Zon bicara rekonstruksi Desa Sade di NTB. (IDN Times/Amir Faisol). Fadli mengatakan, Kementerian Kebudayaan akan menyusun ulang agar rumah-rumah yang akan dibangun tidak saling berdekatan. Rekonstruksi juga akan memerhatikan aliran listri di kawasan tersebut.
"Termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet ya, kecil apa itu mungkin bahaya sekali gitu ya. Mungkin ini perlu di—ini kita butuhkan. Begitu ada itu, kita akan lakukan intervensi. Sekarang pun sudah koordinasi terus dengan sejumlah lembaga," kata dia.
2. Menpar minta Pemda NTB susun master plan

Menpar Widiyanti Putri Wardhana meninjau Desa Adat Sade yang ludes terbakar, Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Widiyanti Putri Wardhana meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri segera membuat masterplan rekonstruksi Desa Adat Sade. Itu dilakukan pancakebakaran yang menghabiskan 75 rumah adat dan 69 artshop pada 22 Agustus lalu.
Masterplan yang disusun Pemda NTB ditargetkan menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi mitigasi bencana di desa-desa adat lainnya. Widiyanti menekankan pentingnya perencanaan jangka menengah dan panjang agar pemulihan tidak sekadar membangun kembali fisik bangunan, tetapi juga memperkuat infrastruktur keselamatan dan menjamin keberlanjutan ekonomi warga lokal.
"Kami tadi sudah membahas bahwa masterplan ini harus menjadi pilot project untuk desa-desa adat lainnya yang rawan kebakaran, rawan kena musibah itu, bagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dibuat. Sehingga ada infrastruktur keselamatannya dan bisa menjadi contoh untuk desa-desa adat lainnya," kata dia usai rapat koordinasi penanganan kebakaran Desa Adat Sade di Poltekpar Lombok, Kamis malam (27/8/2026).
3. Pemda NTB pastikan korban kebakaran segera mendapat hak kependudukan

Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri menyerahkan piala juara umum MTQ NTB 2026 kepada Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Senin malam (15/6/2026). (dok. Istimewa) Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memastikan Pemprov NTB bersama Pemda Lombok Tengah bergerak cepat. Selain pemulihan fisik, pemda juga fokus pada aspek psikologi dan pemulihan hak administratif warga.
“Selain keinginan kita membangun kembali Desa Sade, yang lebih utama pemerintah juga menghadirkan kegiatan trauma healing untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, kembali bersemangat untuk bersekolah," kata dia pada Sabtu (29/8/2026).
Pemprov NTB juga berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Lombok Tengah untuk memastikan akta keluarga dan dokumen kependudukan warga diterbitkan kembali. Karena menurutnya ini menjadi modal utama mereka melanjutkan kehidupan.





















