Penutupan Bandara Halim, Soetta dan Radin Diperpanjang Dampak Anak Krakatau

- AirNav Indonesia memperpanjang penutupan sementara ruang udara Bandara Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Halim dan Radin Inten II diperkirakan dibuka kembali pukul 14.00 WIB, sedangkan Soekarno-Hatta diperkirakan beroperasi lagi pukul 13.30 WIB.
- AirNav melalui INMC terus memantau kondisi ruang udara serta sebaran abu vulkanik, sambil memperbarui informasi dan berkoordinasi demi keselamatan penerbangan.
Jakarta, IDN Times - AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait perpanjangan waktu penutupan sementara terhadap ruang udara pada tiga bandar udara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM), yaitu Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), dan Bandara Radin Inten II (WILL) dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII).
Bandara Halim Perdanakusuma diperpanjang penutupannya melalui NOTAM A3347/26 (NOTAMR A3345/26). Penutupan berlaku sejak pukul 09.49 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.
Bandara Radin Inten II, penutupan diperpanjang melalui NOTAM B1125/26 (NOTAMR B1124/26) sejak pukul 09.55 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.
Sementara itu, Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih berstatus closed berdasarkan NOTAM A3346/26 (NOTAMR A3344/26), dengan masa berlaku mulai pukul 08.36 WIB dan estimasi dibuka kembali pukul 13.30 WIB.
“AirNav Indonesia melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembaruan informasi aeronautika dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi terkini untuk mendukung keselamatan penerbangan,” kata Executive Vice President of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulisnya.
“AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan dalam memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu,” lanjutnya.

















