Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Abu Vulkanik Menyebar, Anies Baswedan Imbau Warga Tak Panik

Abu Vulkanik Menyebar, Anies Baswedan Imbau Warga Tak Panik
Anies Baswedan saat mengunjungi UB. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan menyelimuti sejumlah permukiman Jakarta, termasuk kediaman Anies Baswedan, hingga membatalkan rencana aktivitas luar rumah.
  • Anies mengimbau warga, terutama kelompok rentan, tetap di rumah dan memakai masker N95 atau KN95 jika keluar; mata perlu dilindungi dari abu yang mengandung silika.
  • Warga diminta membersihkan abu dengan air tanpa menggosok, berkendara perlahan karena jarak pandang dan jalan terdampak, serta menutup rumah dan penampungan air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Abu vulkanik dilaporkan mulai menyelimuti sejumlah wilayah permukiman di Jakarta, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut turut terlihat di kediaman Anies Baswedan yang membagikan situasi tersebut melalui unggahan video di media sosial miliknya (@aniesbaswedan).

Dalam video itu, Anies memperlihatkan mobil yang dipenuhi abu vulkanik. Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat rencana untuk beraktivitas di luar rumah harus dibatalkan.

“Pagi ini sebetulnya kami akan berangkat CFD, tapi ternyata banyak abu vulkanik termasuk di rumah kita nih,” kata Anies.

Melalui video tersebut, Anies menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

  1. 1. Tetap di dalam rumah dan gunakan masker yang tepat

    IMG_20260906_081923.jpg
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Anies mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah ketika abu vulkanik masih bertebaran.

    Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain lansia, anak-anak, ibu hamil, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

    “Sebisa mungkin tetap di dalam rumah, apalagi untuk kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, apa yang punya gangguan pernapasan,” ujar Anies.

    Jika harus keluar rumah, ia menyarankan masyarakat menggunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi lebih baik.

    “Kalau terpaksa keluar maka pakai masker yang proper. Idealnya jenis N95 atau KN95, bukan sekadar masker kain tipis,” katanya.

    Anies juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan, tetapi tetap memperhatikan potensi risiko dari paparan abu vulkanik.

  2. 2. Lindungi mata dan bersihkan abu dengan air

    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga Depok, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Umi Kalsum)
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga Depok, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Umi Kalsum)

    Anies menjelaskan, abu vulkanik perlu diwaspadai karena mengandung silika yang dapat bersifat abrasif.

    “Abu vulkanik ini mengandung silika, salah satu bahan dasar kaca. Jadi bisa menggores kulit, kaca, dan yang paling berisiko tentu paru-paru kalau terhirup terus-menerus,” kata Anies.

    Karena itu, ia meminta masyarakat melindungi mata saat berada di lingkungan yang terdampak abu. Pengguna softlens juga disarankan melepasnya.

    “Kalau kelilipan abu, jangan digosok, cukup dibilas dengan air bersih,” ujarnya.

    Anies juga mengingatkan cara membersihkan benda yang terkena abu. Mobil, kaca, halaman, motor maupun perabot yang tertutup abu sebaiknya terlebih dahulu disiram menggunakan banyak air.

    “Jangan sampai digosok pada saat masih kering, karena nanti akan bisa tergores,” katanya.

    Hal serupa berlaku pada kaca mobil. Anies mengingatkan pengendara tidak langsung menggunakan wiper ketika kaca masih dipenuhi abu karena partikel tersebut dapat menggores permukaan kaca.

  3. 3. Berkendara perlahan dan saling membantu

    WhatsApp Image 2026-09-06 at 08.27.12.jpeg
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menempel di mobil milik warga Perumahan Persada Depok, Depok, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Umi Kalsum)

    Jika kondisi mengharuskan masyarakat bepergian menggunakan kendaraan, Anies meminta pengendara meningkatkan kewaspadaan.

    “Kalau harus berkendara, maka pelan-pelan saja, karena jarak pandang bisa berkurang dan jalan jadi licin,” ujar Anies.

    Selain keselamatan saat berkendara, ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela. Tandon atau tempat penampungan air juga perlu ditutup agar tidak tercampur abu.

    Anies juga mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi vulkanik dan lingkungan sekitar.

    “Selalu update informasi, cek tetangga atau orang di sekitar kita yang mungkin butuh bantuan, terutama yang rentan. Yuk, kita saling jaga,” kata Anies.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More