Gedung Hanyut, Madrasah di Sumbar Manfaatkan Masjid untuk Kegiatan Belajar

- Kemenag memastikan KBM madrasah tetap berjalan sesuai jadwal
- Kemenag fokus pemulihan sarana prasarana madrasah terdampak banjir
Jakarta, IDN Times - Kegiatan belajar mengajar (KBM) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Selasar Air terpaksa dialihkan ke area masjid setelah gedung sekolahnya hanyut diterjang banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatra pada akhir November 2025.
Kendati demikian, Kementerian Agama melalui Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno memastikan KBM madrasah terdampak banjir di Sumatra Barat tetap berjalan sesuai jadwal.
"Keberlangsungan proses pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah, terutama di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam," ujar Amien saat meninjau langsung proses pembelajaran di dua madrasah di Kabupaten Agam yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, Kabupaten Agam dikutip dalam keterangan pers, Rabu (07/01/2026).
Dia mengatakan, bantuan Kemenag difokuskan untuk pemulihan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya.
1. Kemenag terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan

Menurut Amien, madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh.
“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana. Negara hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran,” kata dia.
Tak hanya itu, Kemenag disebut terus memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
2. Kemenag berkomitmen untuk terus memperbaiki fasilitas madrasah yang terdampak banjir

Selain itu, dalam kunjungannya Amien juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar, wali murid, dan pihak terkait yang secara gotong royong membantu madrasah untuk bangkit. Semangat gotong royong ini dianggap mempercepat proses pemulihan.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki melalui skema bantuan darurat maupun anggaran sarana prasarana," kata Amien.
3. Kemenag gelontorkan Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah

Sebelumnya, Kemenag telah menyalurkan bantuan penanganan dampak banjir sebesar Rp6,4 miliar untuk 64 madrasah dan RA di Sumatra Barat. Setiap lembaga menerima Rp100 juta yang dialokasikan untuk rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, serta pemulihan lingkungan belajar.
Bantuan tersebut didistribusikan ke 22 Madrasah Negeri dengan total Rp2,2 miliar, 29 Madrasah Swasta sebesar Rp2,9 miliar, dan 13 RA senilai Rp1,3 miliar. Di lokasi terdampak seperti MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, dana ini dimanfaatkan untuk menyiapkan kelancaran proses belajar mengajar.

















