Sumber militer AS menambahkan, negaranya juga masih menyimpan sejumlah opsi serangan yang akan dilakukan ke Iran. Ia menjelaskan, ada dua opsi lain yang dipertimbangkan Washington untuk melakukan serangan ke Teheran.
Di Tengah Gencatan Senjata, AS Diam-diam Berencana Serang Iran

- Pemerintah AS dikabarkan menyiapkan serangan ke infrastruktur publik Iran untuk menekan Teheran agar menyepakati perdamaian dan menghentikan kendali atas Selat Hormuz.
- Rencana serangan muncul di tengah perpanjangan gencatan senjata yang diumumkan Trump, dengan blokade Selat Hormuz tetap diberlakukan hingga Iran setuju berdamai.
- Negosiasi damai tahap kedua antara AS dan Iran di Islamabad ditunda karena Iran belum merespons, membuat ketegangan meningkat dan ancaman serangan besar kembali mencuat.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan sedang merencanakan serangan baru ke Iran. Menurut laporan CNN yang mengutip sumber internal militer AS pada Kamis (23/4/2026) malam waktu setempat, serangan bakal dilakukan ke infrastruktur publik milik Iran. Serangan ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS.
Selain itu, masih menurut sumber tadi, serangan ini dilakukan untuk meruntuhkan kekuatan Iran dari dasar sehingga mereka tidak bisa melakukan serangan balasan ke AS. Serangan juga dilakukan untuk menghancurkan kekuatan Iran agar mereka berhenti menguasai Selat Hormuz. Sebab, Presiden AS, Donald Trump, berencana menguasai dan membuka selat itu secara penuh.
1. AS masih punya opsi lain untuk menyerang Iran

Pertama, AS berencana menyerang infrastruktur energi yang ada di Iran. Kedua, AS akan melakukan serangan terhadap para petinggi militer negara tersebut. Keduanya menjadi opsi terakhir yang akan dilakukan jika serangan terhadap infrastruktur publik Iran tidak mampu membuat mereka menyepakati perdamaian dengan AS.
2. Rencana serangan dibuat di tengah perpanjangan gencatan senjata dengan Iran

Rencana serangan ini dibuat di saat AS sudah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Awalnya, gencatan senjata akan berakhir pada Rabu (22/4/2026) lalu. Namun, pada Selasa (21/4/2026), Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan, perpanjangan gencatan senjata bakal dilakukan hingga Iran menyepakati perdamaian dengan AS. Trump menambahkan, dirinya juga akan melanjutkan blokade terhadap Selat Hormuz sampai Iran sepakat berdamai dengan negaranya.
3. Negosiasi damai tahap kedua AS dan Iran ditunda

Untuk berdamai dengan Iran, AS sebetulnya sudah siap melakukan negosiasi tahap kedua di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, dikabarkan bakal kembali menjadi perwakilan AS dalam negosiasi tersebut.
Sayangnya, menurut laporan The New York Times, negosiasi damai dengan Iran harus kembali ditunda. AS juga tidak jadi mengirim Vance ke Pakistan. Sebab, Iran dikabarkan masih enggan merespons permintaan AS untuk bernegosiasi.
Hambatan ini lantas membuat konflik antara AS dan Iran kian alot sehingga perang berpotensi kembali meletus. Terlebih, Trump juga pernah mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar jika mereka tidak mau berunding untuk berdamai dengan Negeri Paman Sam.
















