Comscore Tracker

JK: Tak Mungkin Semua Masjid di Indonesia Terpapar Paham Radikalisme

Hanya ada 1-2 masjid saja yang terpapar paham radikalisme

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf "JK" Kalla tidak setuju dengan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang menyebut ada banyak masjid di Indonesia yang sudah terpapar paham radikalisme. Ia tak menampik memang ada masjid yang sudah terpapar, tapi jumlahnya tak banyak. 

Lalu, bagaimana klarifikasi dari JK?

1. Dari satu juta masjid di Indonesia, hanya ada beberapa saja yang terpapar paham radikalisme

JK: Tak Mungkin Semua Masjid di Indonesia Terpapar Paham RadikalismeMasjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pria yang sempat menjadi wakil presiden sebanyak dua kali itu mengatakan ada sekitar satu juta masjid dan musala di Indonesia.Dari jumlah yang sedemikian besar, ia yakin hanya sebagian kecil yang terpapar paham radikalisme.

"Tidak mungkin sejuta (masjid) ini (semuanya) terpapar (paham radikalisme). Mungkin ada 1-2 atau empat orang yang bicara radikal. Tapi, ada satu juta masjid dan musala, 99,9 persen itu aman (dari paham radikalisme)," kata JK di Pantai Ria, Ancol, Jakarta pada Sabtu (9/11).

Baca Juga: Ratusan Masjid di Jawa Barat Dipakai Menyebarkan Paham Radikal

2. Paham radikal bisa diberantas dengan cara memperbaiki dakwah

JK: Tak Mungkin Semua Masjid di Indonesia Terpapar Paham RadikalismeIlustrasi gerakan melawan radikalisme. IDN Times/Sukma Shakti

Ketika ditanya apa solusi yang ditawarkan oleh DMI untuk memberantas paham radikalisme, JK mengatakan harus dimulai dengan memperbaiki cara orang berdakwah dan menyiapkan dai yang baik.

"(Kita butuh pendakwah) yang modern dan punya pemahaman agama yang cukup," kata JK.

3. Menag sebut banyak masjid terpapar paham radikalisme

JK: Tak Mungkin Semua Masjid di Indonesia Terpapar Paham RadikalismeDok. IDN Times

Isu banyak masjid yang sudah terpapar paham radikalisme, disampaikan oleh Menag Fachrul Razi ketika digelar rapat dengar pendapat di DPR pada (7/11) lalu. Ia mengatakan salah satu penyebab massifnya paham radikalisme di Indonesia lantaran proses penyebarannya dilakukan di masjid. 

Menteri yang dulunya adalah Wakil Panglima TNI itu menyebut banyak masjid di Indonesia yang sudah terpapar paham radikalisme. 

"Saya juga ingin, kami semua ingin mengatakan tidak ada radikalisme itu. Enggak usah dikhawatirkan itu. Tapi, kita setiap saat ada di masjid, kita dengarkan, kita lihat bagaimana audiens itu menyikapi. 'Ada pak, cukup banyak pak, takut kita pak'," kata Fachrul pada Kamis lalu. 

Baca Juga: Bagaimana Proses Menjadi Radikal dan Berani Lancarkan Aksi Terorisme?

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya